Bupati KSB : “Dibelakang Suami yang Kuat, Ada Istri yang Kuat”

KabarNTB, Sumbawa Barat – Bupati Sumbawa Barat HW Musyafirin, saat melantik 32 orang pejabat eselon II dan III dalam mutasi yang digelar Jum’at pagi 5 Januari 2018, tidak hanya berpesan kepada para pejabat yang dimutasi.

Orang nomor satu di KSB itu juga berpesan kepada para istri pejabat yang dilantik untuk mendukung pelaksanaan tugas suami-suami mereka.

Secara khusus, bupati menyatakan gaya hidup isteri akan sangat berpengaruh terhadap kinerja suami.

“Jangan sampai atribut-atribut, cara berpakaian segala macam akan menghambat ibu-ibu untuk mendukung tugas-tugas suami,” ucapnya.

Bupati menegaskan keberhasilan seorang suami sangat ditentukan oleh peran istri. Karena itu suami harus didampingi, diarahkan dan didukung agar mampu menunjukkan kinerja yang terbaik.

“Saya minta perhatian, dimana-mana, bahwa dibalik lelaki yang kuat pasti ada istri yang kuat,” tegasnya disambut aplaus dari seisi ruangan.

Bupati KSB HW Musyafirin melantik 32 orang pejabat eselon II dan III dalam mutasi perdana tahun 2018 jum’at 5 Januari 2018

“Jadi saya mohon, ibu-ibu para istri ASN untuk memberi dukungan, support kepada suaminya dalam rangka melaksanakan tugas-tugas suaminya,” tambah Bupati.

Terkait mutasi, Bupati menyatakan sebelum diputuskan sudah melalui pertimbangan sangat matang, dirinya, wakil bupati dan Baperjakat dengan panduan hasil seleksi lelang jabatan pimpinan tinggi pratama yang telah dilaksanakan akhir 2017 lalu. Ini sengaja dilakukan, untuk menghilangkan anggapan di masyarakat bahwa sesungguhnya sudah ada ‘orang yang dipersiapkan’ untuk mengisi jabatan – jabatan tertentu.

“Alhamdulillah ketika kita padukan, hasil pertimbangan saya, pak wabup dan Baperjakat ternyata sama. Saya juga menguji diri saya, pak wabup dan Baperjakat. Apakah ada kepentingan-kepentingan atau apakah semata-mata untuk mendapatkan performa pemerintahan yang kita inginkan bersama,” urainya.

Bupati menegaskan, bahwa demi kepentingan KSB kedepan, apapun harus dilakukan.

“Apakah karena kebijakan itu ada pola dimana dia (seorang pejabat) harus terangkat, atau karena kebijakan itu dia harus tidak terpilih. Jadi bukan karena dendam pribadi, bukan karena pertimbangan lain, tetapi semata-mata bagaimana agar tujuan pemerintahan ini bisa kita laksanakan dengan sebaik-baiknya,” ungkapnya.

Kepada para pejabat yang dilantik, bupati mengingatkan tentang adanya evaluasi kinerja dalam jangka waktu enam bulan kedepan.

“Kepercayaan saya, Wakil Bupati dan Baperjakat kepada pejabat yang dilantik jangan dikecilkan. Ini adalah pilihan terakhir. Begitu enam bulan dievaluasi jangan mimpi lagi ada jabatan. Tidak ada kesempatan lagi untuk memperbaiki diri dalam jabatan itu. Jadi mohon dalam enam bulan kedepan bekerjalah dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan mengikuti aturan,” tandasnya.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.