Bupati KSB : “Penertiban PETI Kebijakan Nasional dengan Tujuan Baik”

KabarNTB, Sumbawa Barat – Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin angkat bicara menanggapi aksi penolakan penertiban pertambangan tanpa ijin (PETI) yang disuarakan para penambang.

Berbicara dalam acara Festival Melala di Lapangan Desa Goa, Kecamatan Jereweh, Senin malam 9 September 2019, Bupati menyatakan rencana penertiban PETI di seluruh NTB merupakan kebijakan nasional yang menjadi program pemerintah pusat.

“Jadi ketua tim yang akan melakukan penertiban itu adalah Bapak Kapolda (NTB),” ungkapnya.

Ia menyatakan rencana penertiban PETI itu dengan tujuan dan maksud baik dari pemerintah, untuk menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin

“Yang kita bayangkan, maksud baik pemerintah pusat, Bapak Gubernur, Bapak Kapolda menertibkan ini, bermaksud baik tapi kita tidak menangkap dengan baik,” ujarnya.

Bupati menjelaskan, jika nantinya seluruh bahan pangan (hasil pertanian, peternakan dan lain-lain) yang diproduksi di Kabupaten Sumbawa Barat telah tercemar merkuri (bahan kimia berbahaya) dan kondisi itu diketahui oleh seluruh pedagang di NTB, yang rugi masyarakat KSB itu sendiri.

“Ini masalahnya. Jadi bukan tanpa alasan (penertiban). Ini yang harus kita sampaikan. Jumlah penambang, mungkin 100,200 atau mungkin sampai 2000 (orang), tapi yang bercocok tanam padi, yang memelihara ternak jauh lebih banyak. Kalau ini tidak laku, lalu siapa yang akan rugi,” ujarnya dalam nada tanya.

Bupati dengan jujur mengakui, ada sebagian masyarakat yang belum mau mengonsumsi ikan dari Danau Lebo’ Taliwang. Belum lagi, hasil penelitian yang diungkapkan sejumlah lembaga yang menyatakan bahwa daging hewan ternak (kuda, ayam) dan sebagian tanaman di Kecamatan Brang Rea, sudah mengandung merkuri diatas ambang batas.

“Kita bisa bersih (berhasil dalam program STBM – Sanitasi Total Berbasis Masyarakat- secara nasional) tapi kalau merkurinya tidak bisa kita atasi ya jadi masalah juga,”.

“Ini yang saya minta. Jadi jangan dibenturkan ini. Ini harus dijelaskan. Memang ini adalah satu pilihan, tetapi coba ada cara nambang yang tidak menggunakan merkuri mungkin itu yang akan dilakukan. Nambangnya belum akan distop, tapi penggunaan merkuri-nya harus distop. Biar bagaimanapun banyaknya minyak percuma, karena puluhan Sandro ini tidak ada yang membuat minyak anti merkuri. Ini masalahnya,” seloroh Bupati.

Bupati mengajak seluruh kepada OPD, camat dan Pimpinan DPRD untuk menyatukan langkah dalam upaya menciptakan KSB bebas merkuri. Ia mengaku yakin masyarakat yang terlibat dalam penggunaan bahan kimia berbahaya ini akan sadar jika diingatkan secara baik-baik.

“Sebab kalau kita (KSB) sudah dinyatakan bencana merkuri, maka bahan – bahan pangan yang diproduksi oleh masyarakat tidak akan bisa laku. Ini yang akan menjadi masalah buat kita semua. Jadi suara kita semua satu, bukan kita menakuti rakyat. Tapi kalau sudah kita ingatkan bahwa itu bahaya dan akan mencelakakan kehidupan kita semua, pasti mereka mau,” urainya.

Ia berharap dengan semarak peringatan Tahun Baru Iskan 1441 Hijriah, kehidupan masyarakat harus ada perubahan yang lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.

Seperti diberitakan, para penambang yang tergabung dalam Solidaritas Tambang Rakyat menyuarakan aksi penolakan terhadap penertiban PETI di KSB lewat aksi pemasangan spanduk di sejumlah kecamatan. Di Taliwang, spanduk penolakan itu dipasang beramai-ramai oleh para penambang di dekat bundaran tugu pesawat tempur pintu masuk Kompleks Kemutar Telu Centre (KTC) pada Senin siang 9 September 2019.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.