Bupati Titip Harapan KSB Lebih Maju Pada FP2SB

Taliwang,KabarNTB – Sejumlah perusahaan besar yang beraktivitas dan berinvestasi di Kabupaten Sumbawa Barat sepakat membentuk sebuah wadah yakni Forum Perusahaan Peduli Sumbawa Barat (FP2SB).

Sejumlah perusahaan yang dimaksud seperti, PT.Newmont Nusa Tenggara (PT NNT), PT. Trakindo, PT.Bumi Harapan Jaya (PT BHJ), PT. Indotan Sumbawa Barat, PT.Fukuafu, PT. Nop, PT.Prasmanindo Boga Utama (PT PBU), PT Unicamp dan sejumlah perusahaan lainnya.

Bupati Sumbawa Barat, Dr.KH Zulkifli Muhadli,SH.MM berharap dengan adanya FP2SB dapat membantu membangun investasi lebih baik bagi KSB kedepan, melalui jaringan dari perusahaan yang tergabung dalam FP2SB.

“ Kita berharap terjadinya simbiosis antara perusahan yang tergabung di FP2SB, saling melengkapi, saling mengisi dan saling membangun dalam meningkatkan produktifitas perusahaan. Keberadaan FP2SB juga diharapkan dapat bermanfaat dalam mempromosikan potensi SDA yang ada dan selanjutnya mengundang para investor untuk serius datang berinvestasi di KSB.” harap Kyai Zul dalam sambutannya dihadapan anggota FP2SB dalam forum dialog yang digelar di Graha Fitrah, Rabu (3/09)

Kyai Zul memaparkan upaya Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengejar ketertinggalan memang menjadi tugas berat bagi sebuah daerah pemekaran baru. Melepaskan diri dari daerah induk dan membentuk daerah pemekaran baru bukan hanya sekedar persoalan pendekatan pelayanan dan pemerataan pembangunan.

“ Kabupaten Sumbawa Barat harus melakukan lompatan-lompatan agar rentang waktu dan jarak dapat segera terkejar dan menempatkan posisi Sumbawa Barat berada sejajar dengan daerah-daerah maju lainnya, dan bahkan melewati.” Ujarnya.

Dikatakan Kyai Zul, untuk mengejar kertertinggalan tersebut perlu dilakukan berbagai terobosan, ide dan gagasan harus tetap bertumbuh, semangat harus tetap dikobarkan.

Disaat daerah lainnya belum sempat berfikir dan berbuat, KSB menurutnya telah mengawali program Wajib Belajar 12 tahun dari PAUD sampai SMA, subsidi perguruan tinggi, Kesehatan gratis, KTP, KK dan Akta Kelahiran gratis dan sekarang telah tingkatkan model pelayanannya menjadi One Day Services (ODS) 100 % desa siaga, penetapan 9 kebutuhan dasar masyarakat KSB, pembangunan Infrastruktur public seperti Bendungan Bintang Bano, Bandara Sekongkang, RSUD, Pasar Terminal, Dermaga Labuhan Lalar dan fasilitas public lainnya.

“ Semua itu merupakan lompatan-lompatan yang diharapkan mampu menghantarkan KSB menjadi sejajar dengan daerah maju lainnya di Indonesia.” tandasnya.

Upaya yang dilakukan KSB selama ini dijelaskan Kyai Zul, kini telah membuahkan hasil yang cukup mencengangkan.Menurutnya berdasarkan informasi dari kementerian pembangunan daerah tertinggal (KPDT) tanggal 7 maret 2014, KSB termasuk dalam 60 kabupaten yang ditargetkan keluar dari daftar 183 kabupaten tertinggal di indonesia pada akhir tahun 2014 dan KSB peringkat ke-1 dari 8 kabupaten se-provinsi NTB), sehingga tahun 2015 KSB sudah dinyatakan masuk dalam kelompok kabupaten maju.

“ Semua itu sebagai buah dari ikhtiar bersama.”katanya.

Dihadapan para pengusaha yang tergabung dalam FP2SB ini, Kyai Zul juga memberikan gambaran dengan keterbatasan APBD, ternyata KSB telah dapat mewujudkan capaian-capaian yang cukup signifikan. Capaian dengan kurun waktu selama kurang lebih 11 tahun telah menjadi prestasi Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Sumbawa Barat.

Munculnya ide untuk membentuk wadah berhimpun  perusahaan yang ada di KSB menurutnya, memiliki niatan untuk dapat menjadi bagian dalam rangka percepatan pembangunan di KSB hingga betul-betul dapat mewujudkan KSB sebagai Kabupten yang maju dan modern setelah ditanggalkannya status daerah tertinggal pada tahun 2015.

“ Lahirnya wadah FP2SB berfungsi menaungi seluruh Perusahaan yang ada di Sumbawa Barat, telah memberikan ruang kepada seluruh anggota FP2SB baik secara individu maupun secara kelembagaan berkontribusi untuk pembangunan di KSB kedepan.” harapnya.

Bupati lebih lanjut menyampaikan, peran serta dari perusahaan yang ada di KSB untuk berkontribusi dalam pembangunan yang berlangsung di KSB sangatlah dibutuhkan. Banyak agenda pembangunan yang diharapkan segera terealisasi, tetapi terkendala dengan waktu, alokasi APBD yang tidak dapat mengakomodir semuanya, dan Itulah sebabnya dengan keberadaan FP2SB diharapkan dapat lebih fleksibel dalam memberikan kontribusinya dalam pembangunan.

Sebagai bentuk komitmen, dalam kesempatan ini secara langsung diprosesnya pembuatan akta notaris bagi wadah FP2SB oleh Notaris Indah Dugi Cahyono. Semua perusahaan yang hadir pada saat itu secara langsung bertindak sebagai pendidiri dan untuk seterusnya seluruh perusahaan yang berinvestasi di KSB menjadi anggota dalam Forum tersebut.

Terpilih sebagai ketua,  H. Robert Owner PT.Indotan Sumbawa Barat kemudian H. Djarot perwakilan dari PT.NNT sebagai wakil ketua, H.Kasan Mulyono dari PT.NNT sebagai Sekretaris, Hendra Gunawan dari PT. Trakindo sebagai wakil sekretaris, Dr. Monik Merukh dari PT. Fukuafu sebagai Bendahara, dan Michael dari PT.BHJ sebagai Wakil Bendahara, dan beberapa perusahaan lainnya yang hadir seperti PT. NOP, PT.PBU, PT. UNICAMP.(Kn-01)

 

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.