Bupati Uji CPNS Baru dengan Kepanjangan IJS dan STBM

KabarNTB, Sumbawa Barat – Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin, meminta orang 221 Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2018 untuk menghindari perbuatan tercela dan melawan hukum.

Hal itu dikemukakan Bupati saat menyerahkan SK kepada para CPNS di Gedung Graha Praja, Kompleks Kemutar Telu Centre (KTC), Selasa siang 26 Februari 2019.

Bupati menegaskan PNS yang terlibat kasus korupsi, berapapun ancaman hukumannya jika terbukti, akan dipecat. Sementara jika PNS melakukan tindak pidana umum, baru dapat dipecat jika ancaman hukumannya di atas lima tahun. Tetapi kalau CPNS, misalnya tertangkap karena berjudi oleh Polisi, maka langsung dipecat.

Bupati HW Musyafirin didampingi Wabup Fud Syaifuddin menyerahkan petikan SK pengangkatan kepada CPNS Formasi 2018

“Karena itu, pertahankan CPNS anda, karena cara mendapatkannya sangat sulit, mulai dari daftar, tes SKD dan ditambah tes SKB. Tahap demi tahap berikan pengabdian yang terbaik untuk bangsa dan negara, yang membanggakan diri anda dan keluarga,” ujar Bupati.

Hadir bersama Wakil Bupati, Fud Syaifuddin, Bupati mengingatkan, kesyukuran tidak hanya dirasakan 221 yang menerima petikan SK CPNS. Namun juga Pemerintah Daerah karena formasi yang dibutuhkan dapat terisi. CPNS yang lulus ini pun merupakan generasi milenial.

“Generasi milenial memiliki tingkat kecerdasannya cukup tinggi, cepat mendapatkan informasi. Selain cerdas, CPNS yang menerima SK hari ini juga terbaik di antara yang baik. Akan tetapi, disamping memiliki kelebihan, generasi milenial juga memiliki tantangan yang berat atau kelemahan. Salah satunya adalah kurang fokus,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Bupati menguji dua CPNS. Mereka adalah seorang tenaga guru dan seorang tenaga kesehatan.

Pertanyaan kepada guru adalah kepanjangan IJS yang merupakan sikap mental dalam melaksanakan program unggulan PDPGR. Sementara pertanyaan untuk tenaga kesehatan adalah kepanjangan dari STBM. Tenaga guru pun berhasil menjawab kepanjangan IJS yakni Ikhlas, Jujur dan Sungguh-Sungguh. Sementara CPNS tenaga kesehatan menjawab STBM dengan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. Atas jawaban yang benar dari kedunya, Bupati kembali menekankan bahwa 221 CPNS ini adalah generasi milenial yang cerdas.

Kepala BKD, Tajuddin, dalam laporannya menyampaikan, CPNS yang menerima petikan SK berusia paling tinggi 35 tahun. Dari 221 orang, 148 orang merupakan tenaga guru, 66 tenaga kesehatan dan 7 tenaga teknis.

Dalam seleksi CPNS lalu, dari 238 formasi untuk KSB, 17 formasi tidak terisi. 12 di antaranya adalah formasi Kategori Dua (K2), 1 formasi disabilitas dan 4 formasi tenaga kesehatan.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.