Cerita Boy Burhanuddin, Mantan Preman Pemimpin Ratusan Personil Militan GPK KSB

KabarNTB, Sumbawa Barat – Perjalanan panjang Boy Burhanuddin, seorang mantan preman yang insyaf lalu terjun ke partai politik agar bisa berbuat lebih banyak bagi masyarakat patut diapresiasi.

Boy yang sehari-hari bekerja sebagai karyawan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) merupakan sosok yang sudah sangat dikenal di Kota Taliwang dan seluruh wilayah Kabupaten Sumbawa Barat dan sekitarnya. Ia dulunya merupakan preman yang akrab dengan berbagai perbuatan kriminal.

Namun bukan karena diterima bekerja di PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT – sebelum menjadi PTAMNT) Boy Burhanuddin insyaf. Tapi justeru ketika dia mengenal politik dan berkiprah sebagai Kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP), lelaki 41 tahun itu, berubah menjadi pribadi yang peduli terhadap sesama, mengayomi dan anti kriminalitas.

“Dulu tiap hari saya minum-minuman keras, mabuk, berkelahi, berjudi, dan berbagai tindakan kriminal lainnya. Alhamdulillah, sekarang saya mengharamkan khamar (minuman keras), narkoba dan semua jenis tindakan kriminalitas lainnya. Sejak bergabung dengan PPP saya merasa inilah wadah bagi saya untuk bisa lebih bermanfaat bagi orang lain,” ungkap Boy Burhanuddin, dalam acara peresmian Sekretariat Gerakan Pemuda Ka’bah (GPK) KSB, Sabtu 2 September 2017.

Boy Burhanuddin, Ketua GPK KSB

Perubahan gaya hidup, katanya, berpengaruh juga terhadap pergaulannya. Boy mengaku pergaulannya menjadi lebih luas.

“Sekarang saya bebas bergaul dengan siapa saja, bahkan dengan tokoh-tokoh NTB dan calon gubernur. Saya bersyukur, jaringan menjadi lebih luas dan saya bisa mengajak teman-teman saya untuk bergabung menjadi lebih baik,” tuturnya.

Boy saat ini menjabat sebagai Ketua GPK KSB, salah satu organisasi sayap PPP. Ia memimpin ratusan orang kader militan GPK yang berasal dari berbagai latar belakang, termasuk mantan preman dan tersebar diseluruh wilayah KSB. Boy memberlakukan syarat ‘harus disumpah dibawah Al Qur’an’ bagi anggota GPK yang baru bergabung. Tujuannya agar mereka punya tanggungjawab atas sumpah yang diucapkan sehingga tidak mudah berhianat dari amanat atau kepercayaan yang diberikan.

“Saya sengaja memberlakukan syarat seperti itu (disumpah), karena anggota GPK hanya takut kepada Allah SWT, serta taat dan patuh terhadap garis kebijakan partai,” ungkapnya.

Ia mengaku bersyukur, kiprahnya dalam dunia politik bersama PPP telah membawa perubahan yang potisif, bukan hanya bagi dirinya pribadi, tetapi juga bagi ratusan orang anggota GPK yang mayoritas adalah pemuda dan mantan preman.

Kiprah Boy Burhanuddin diakui oleh Ketua DPC PPP KSB, Amiruddin Embeng. Ia menuturkan, dalam kehidupan bermasyarakat, Boy dikenal supel dan tidak segan-segan membantu orang yang membutuhkan.

“Boy Burhanuddin yang sekarang adalah sosok yang berbeda. Dia adalah contoh pribadi yang mau berubah menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi orang lain. Semangat, komitmen, keteguhannya memegang prinsip dan menjaga amanah patut dicontoh. Ia selalu aktif dalam kegiatan internal PPP maupun kegiatan sosial kemasyarakatan di lingkungannya,” puji Embeng.

Acara peresmian Sekretariat GPK dilaksanakan dengan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Sumbawa Barat, Fud Syaifuddin, dihadiri para tokoh agama, tokoh masyarakat dan ratusan anggota GPK, AMK dan kader PPP lainnya. Kegiatan itu juga diisi dengan pemberian santunan oleh GPK kepada para anak yatim.

Wakil Bupati Fud Syaifuddin, dalam sambutannya, mengakui secara pribadi dirinya mengenal Boy Burhanuddin sejak lama. Wabup mengaku terharu atas perubahan yang dialami Ketua GPK tersebut saat ini. Ia juga mengapresiasi DPC PPP KSB yang bisa mengakomodir masyarakat dari semua komponen tanpa membeda-bedakan latar belakangnya.

“Boy dan seluruh anggota GPK yang dipimpinnya dulu sangat terkenal, sangat nakal. Semua orang punya masa lalu, Alhamdulillah sekarang mereka sudah berubah. Ingat Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, kalau kaum itu tidak merubah nasibnya sendiri. Gerakan perubahan seperti yang dilakukan PPP ini yang kita harapkan, karena tidak mungkin pimpinan daerah atau pemerintah bekerja sendiri untuk melakukan perubahan, melainkan harus ada keinginan kuat dari pribadi dan dukungan dari organisasi masyarakat, partai politik maupun komponen lainnya,” urai Wabup.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.