Dampak PETI ; Ilmuwan Amerika Prihatin, Gubernur Segera Bentuk Tim Penertiban

KabarNTB, Sumbawa Barat – Ilmuwan Amerika, Jennifer Goldstein, mengaku prihatin atas dampak terhadap lingkungan akibat penggunaan bahan kimia berbahaya (mercuri dan sianida) dalam aktifitas penambangan tanpa ijin (PETI) di Sumbawa Barat.

Mei lalu, ilmuwan perempuan yang juga Dosen Cornell University Amerika itu, memang sempat berkunjung ke KSB. Ia mendatangi lokasi penambangan dan pengolahan batuan hasil tambang tersebut di Dusun Lamunga, Desa Batu Putih, Kecamatan Taliwang dan Desa Tatar, Kecamatan Sekongkang untuk melihat langsung dampak lingkungan yang ditimbulkan bahan kimia berbahaya dari aktifitas dimaksud.

Dari kunjungan itu, Jennifer menyatakan sangat khawatir pencemaran lingkungan oleh logam berat berbahaya terhadap keberlangsungan lingkungan dan masyarakat di Sumbawa Barat. Apalagi bahan-bahan kimia tersebut cenderung digunakan secara tidak bertanggungjawab karena limbahnya dibuang ke sungai atau dalam penampungan berbentuk kubangan dari tanah tanpa treatment khusus sebelumnya.

“Saya kira ini mesti menjadi perhatian serius pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya. Bagaimana menjaga lingkungan agar terhindar dari pencemaran untuk keberlangsungan generasi berikutnya,” ujar Jennifer.

Ilmuwan Amerika yangbjuga dosen Cornell University, Jennifer Goldstain saat berkunjung ke lokasi penambangan liar di Sumbawa Barat

Apa yang menjadi keperihatinan Professor ilmu geografi itu, juga menjadi concern Gubernur H Zulkieflimansyah dan Kapolda NTB, Irjen Pol Nana Sudjana.

Gubernur, beberapa hari lalu bahkan menyempatkan diri untuk turun melihat langsung aktifitas penambangan dan pengolahan hasil tambang tanpa ijin (PETI) di Bukit Prabu, Kabupaten Lombok Tengah.

Setelah melihat langsung kondisi di kawasan itu, Gubernur yang didampingi Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Rhamdani dan ahli geologi dari GV. GOLD Rusia, Victor P. Khvorostov menyatakan akan segera menerbitkan SK Tim Penghentian Tambang Liar. Tim dimaksud akan melibatkan TNI dan Polri.

“Sudah saatnya kita menghentikan penambangan liar tanpa ijin ini karena memang selain merusak keindahan alam juga sangat berbahaya bagi kelestarian lingkungan kita,” tegas Gubernur.

Sementara Kapolda NTB, Irjen Pol Nana Sudjana, dalam kunjungan kerja dan silaturahmi bersama masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat di Taliwang, Rabu 24 Juli 2019, memberi atensi serius terhadap aktifitas tambang liar.

Kapolda bahkan menyebut dirinya melihat keberadaan PETI di Sumbawa Barat sebagai potensi konflik.

Kapolda berharap kepada Bupati Sumbawa Barat agar persoalan penambangan liar segera ditertibkan.

“Dengan adanya Peti lingkungan kita jadi rusak, karna adanya bahan kimia yang digunakan oleh penambang liar seperti merkuri dan sianida,” jelasnya.

Kapolda juga menegaskan, limbah PETI akan berdampak kepada kesehatan masyarakat di karenakan limbah dibuang ke sungai dan sumur sehingga menimbulkan pencemaran dan membahayakan kesehatan warga.

Ia meminta kepada Bupati dan Forkopimda KSB agar segera menangani persoalan ini. Untuk tahap awal, pemangku kepentingan bisa melakukan langkah persuasif dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat yang terlibat terkait bahaya aktifitas PETI.

“Perlu adanya suatu penertiban secara persuasif, artinya ini perlu adanya suatu tindakan dan dimusyawarahkan. Kalau memang dengan musyawarah tidak bisa di selesaikan maka tindakan selanjutnya tindakan hukum dan dikenakan pasal-pasal tertentu,” urainya.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.