Danrem 162/WB : Korban Gempa Dilayani Maksimal!

KabarNTB, Mataram – Danrem 162/WB, Kolonel Czi Ahmad Rizal Rhamdani, menegaskan bahwa masyarakat yang menjadi korban gempa akan diberikan pelayanan maksimal dalam masa rehabilitasi dan rekonstruksi yang saat ini sedang berjalan.

Penegasan itu disampaikan Danrem, usai memimpin rapat koordinasi tentang pelayanan kepada warga korban gempa yang rumahnya rusak ringan dan rusak sedang di Posko Terpadu Rehab Rekons Pasca Gempa NTB Kantor Sekertariat BNPB NTB, di Mataram, Jumat 1 Februari 2019.

Pelayanan maksimal itu, kata Danrem, salah satunya dengan membuka loket-loket pembayaran di masing-masing Kecamatan, termasuk rencana pelaksanaan SPK dengan para pengusaha yang menjadi Aplikator.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Rhamdani bersama Kadis Perkim NTB, I Gusti Bagus Sugiharta memberi keterangan pers usai Rakor

“Rencananya, per dua kecamatan akan digabungkan sehingga mempercepat proses pencairan dan pembangunan dengan skala prioritas yakni Kabupaten Lombok Utara, Lombok Timur dan Kabupaten Lombok Barat,” jelasnya.

Rapat koordinasi itu juga dihadiri Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim) Provinsi NTB, BPBD Provinsi dan Kabupaten/Kota terdampak gempa, Perwakilan BNPB Pusat dan Perwakilan Bank BRI .

Terkait buku tabungan, Danrem mengungkapkan, hingga saat ini progressnya sudah sangat baik karena Fasilitator, baik Babinsa, Babinkamtibmas maupun Fasilitator umum sudah maksimal mendorong masyarakat untuk segera membentuk Pokmas bagi rumah rusak ringan dan rusak berat sehingga bisa memperoleh buku tabungan.

“Bagi warga yang belum menerima dana padahal sudah terdaftar agar bersabar karena belum singkron antara nama dan alamat. Kadang-kandang ada yang namanya sama namun alamatnya berbeda dengan KTP. Pihak BRI memasukan nama berdasarkan input data dari SK Bupati sehingga harus dipending dulu mengingat pertanggung jawabannya nanti akan sulit, namun akan diurus kembali agar nama sama alamatnya sesuai dengan KTP,” jelas perwira kelahiran Jakarta tersebut.

Selain itu, Danrem juga menyampaikan bagi pemilik rumah yang belum terdata agar melaporkan diri kepada Fasilitator baik Babinsa, Babinkamtibmas maupun Fasilitator umum yang ada di desanya sehingga bisa dibantu untuk mengajukan datanya ke Dinas Perkim Kabupaten/Kota sesuai alamatnya untuk dilakukan verifikasi.

“Itu bisa saja terjadi karena gempa tidak hanya terjadi sekali saja namun berkali-kali sehingga bisa saja rumah yang tidak rusak menjadi rusak ringan, yang rusak ringan menjadi rusak sedang, rusak sedang menjadi rusak berat,” sebutnya.

Sementara Kepala Dinas Perkim Provinsi NTB, I Gusti Bagus Sugiharta, menjelaskan ketentuan bagi warga yang sudah membangun rumah dengan dana sendiri.

“Dalam ketentuan, masyarakat diperbolehkan membangun lebih awal sebelum Fasilitator turun, namun harus berkonsultasi dulu dengan Teknisi dari Perkim yang ada di Kabupaten/Kota, sehingga bisa dikawal untuk membangun rumah tahan gempa,” jelasnya.

Gusti juga menegaskan, jika pembangunan rumah tersebut tidak sesuai dengan rekomendasi dari Perkim maka bisa dipastikan tidak akan dapat pembayaran atau penggantian dana pembangunannya.

“Bila masyarakat sudah membangun sendiri, namun tidak sesuai dengan aturan dan ketentuan yang ada maka tidak bisa dibayarkan,” ujarnya.

“Ketika masyarakat yang ingin membangun rumah lebih awal agar meminta rekomendasi dari teknis Perkim yang ada di Kabupaten/Kota sehingga apabila dalam pembangunan sesuai dengan rekomendasi maka bisa dibayarkan,” pungkasnya.

Sebagai informasi, untuk mempermudah mengakses informasi tentang proses percepatan rehab rekons baik untuk rumah rusak ringan, rusak sedang maupun rusak berat, setiap pukul 16.00 Wita Media Center sudah mengup date data yang akan di tempel di dinding pengumuman maupun menshare kegiatan melalui Instagram maupun media sosial lainnya melalui nomor Call Center 087856846799 dengan piket 24 jam, khusus untuk Press Release setiap tiga hari sekali pukul 17.00 Wita.(EZ/*)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.