Debat, Ali BD Akui Kecerdasan Doktor Zul

KabarNTB, Mataram — Banyak hal menarik yang terjadi dalam acara Debat Terbuka Cagub dan Cawagub NTB 2018 yang dilaksanakan oleh KPU NTB, Sabtu malam 12 Mei 2018 di Mataram.

Dari tujuh segmen yang telah disusun dalam acara ini, pada segmen ke lima paslon Cagub dan Cawagub saling melempar pertanyaan dan menjawab secara bergantian dengan durasi 60 detik.

Paslon nomor urut 1, 2 dan 3 sangat jeli dan lihai dalam tanya jawab saling menanggapi, lain halnya dengan paslon nomor urut 4.

Cagub nomor urut 4, H Ali bin Dachlan, terlihat sedikit kewalahan atau kelimpungan dalam menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Cagub Nomor urut 3, DR Zulkieflimansyah.

Pasangan nomor 3, Zul – Rohmi dan pasangan Nomor 4, Ali – Sakti saat mendapat giliran saling mengajukan pertanyaaan dan tanggapan dalam debat terbuka Sabtu malam

Cagub asal Pulau Sumbawa ini, mempertanyakan soal adanya pergeseran dalam memanfaatkan teknologi untuk peningkatan produktivitas, terlebih NTB adalah salah satu provinsi kaya akan biodiversitas lantaran berada dibawah garis khatulistiwa. Maka dengan memanfaatkan bioteknologi sangat relevan banyak hal yang bisa dikembangkan untuk pertanian, peternakan, perikanan dan pangan.

“Nah, kira-kira apa pendapat Pak Ali atau Pak Gede, bagaimana cara memajukan atau strategi untuk mendorong perkembangan teknologi pangan perikanan, peternakan dan perikanan di Indonesia khususnya di NTB,” tanya Doktor Zul.

Menjawab hal itu, Ali BD mengatakan bahwa sebenarnya apa yang dilontarkan oleh Doktor Zul adalah isu dunia bukan bersifat lokal. Terlebih sudah banyak yang dilakukan oleh pemerintah termasuk di NTB tetapi gagal.

“Oleh karena itu, kita tidak selalu berbicara teknologi tetapi bisa juga yang lain seperti surya atau energi yang lain. Dan pertanyaan-pertanyaan itu yang anda kutip adalah isu-isu dunia. Jadi jawabannya ya sama saja saya salah seorang yang mendorong penggunaan jenis teknologi yang diterbarukan berpulu-puluh tahun,” jawabnya.

Menanggapi jawaban Ali BD itu, Doktor Zul kembali menerangkan bahwa sebenarnya bioteknologi ini adalah isu sehari-hari di NTB. Misalkan tanaman yang bisa dijadikan obat dengan tanaman yang tadinya ditanam selama 10 tahun di hutan. Namun dengan adanya bioteknologi tanaman yang ditanam bisa dipanen hanya dengan kurun waktu tiga tahun, begitupun dengan peternakan bisa memilih gen hewan-hewan yang produktif dan lain sebagainya.

“Jadi ini sebenarnya bukan isu dunia ini isu sehari-hari kita. Oleh karena itu, bioteknolohgi ini isu sehari-hari kita tentang obat, peternakan bagaimana cara kita memilih bibit yang unggul. Bahkan di Sumbawa Pak Ali, kita sudah mencoba bagaimana kurma itu bisa tumbuh berbuah dalam usia tiga tahun, itu bioteknologi. Kira-kira begitu,” jelas Doktor Zul sembari tersenyum.

Mendengar penjelasan itu, Ali BD menyatakan setuju dengan gagasan/ide dari Doktor Zul. Bahkan Cagub nomor urut empat itu mengakui kecerdasan Dr Zul.

“Saya kira itu gagasan yang bagus, saya selalu mendukung gagasan yang bagus,” ucapnya setelah mendengar penjelasan Doktor Zul tentang bioteknologi yang dimaksud.(By)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.