Demi Kondusifitas, Imigrasi Sumbawa Tidak Perpanjang Ijin Tinggal 10 WNA China

KabarNTB, Sumbawa – Kantor Imigrasi Kelas II Sumbawa terpaksa tidak memperpanjang izin tinggal terhadap 10 orang WNA asal China yang melakukan aktifitas pembelian ubur – ubur di wilayah Teluk Saleh Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, NTB.

Kepala kantor Imigrasi Kelas II Sumbawa Andi Cahyono Bayuadi, mengatakan, keputusan tersebut berdasarkan hasil rapat yang digelar bersama tim Pengawasan Orang Asing (PORA) bersama Pemda Sumbawa.

Dalam rapat tersebut mencuat bahwa izin tinggal ke-10 WNA China tidak diperpanjang dengan berbagai pertimbangan, diantaranya masalah keamanan terhadap WNA tersebut serta kondusifitas, menginggat hasil temuan lapangan terjadi pro kontra atas keberadaan mereka.

Kepala Imigrasi Kelas II Sumbaawa Andi Cahyono dalam konfrensi pers tentang ijin tinggal 10 WNA China yang tidak diperpanjang

Ke-10 WNA tersebut dalam melakukan pembelian ubur-ubur tidak menyesuaikan harga dengan pengepul (pengusaha) lokal yang ada di beberapa lokasi di Tarano. Inilah yang dikhawatirkan akan berpengaruh terhadap keamanan 10 WNA dimaksud, ditambah adanya protes yang muncul atas aktifitas merek.

“Atas protes tersebutlah yang menjadi pertimbangan bersama antara pihak Imigrasi dan Pemda Sumbawa untuk tidak memperpanjang ijin tinggal mereka,” jelas Andi Cahyono.

Sementara terkait isu aktivitas mereka yang telah menyalahi izin tinggal, menurut Kepala Imigrasi, pihaknya menyampaikan bahwa WNA tersebut menggunakan jenis visa B-211 yakni visa kunjungan bisnis.

“Menurut aturan, dengan visa ini, WNA tersebut dapat melakukan pembelian barang karena mereka datang untuk berbisnis yaitu membeli ubur-ubur,” jelasnya.

Protes atas aktifitas para WNA China tersebut diduga akibat persaingan usaha dengan pengusaha lokal setempat. Lantaran para nelayan lebih memilih menjual langsung kepada WNA China itu karena harga lebih mahal daripada ke pengusaha lokal yang harganya murah.

“Dalam hal ini pemerintah tidak menginginkan adanya gesekan antara WNA asal China tersebut dengan pengusaha lokal, dan jika kondisi tersebut dibiarkan berlarut maka di khawatirkan terjadi persaingan bisnis yang berujung pada kondusifitas wilayah,” pungkas Andi Cahyonk.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.