Dewan Bawa Aspirasi Pedagang Pasar Seketeng ke Provinsi

KabarNTB, Mataram – DPRD Sumbawa melaksanakan konsultasi dengan Biro Ekonomi Setda Provinsi NTB terkiat tindaklanjut penanganan para pedagang pasca kebakaran Pasar Seketeng, Kamis 7 Februari 2019.

Dalam rapat konsultasi itu, Wakil Ketua DPRD, Muhammad Yamin yang memimpin rombongan, mengungkapkan kebakaran Pasar Seketeng yang terjadi pada 23 Januari lalu, meninggalkan persoalan bagi para pedagang. Salah satunya persoalan tanggungan pinjaman Bank.

Para pedagang mengharapkan dapat diberi keringanan dalam pembayara, mengingat kondisi mereka yang sedang sangat membutuhkan permodalan untuk memulai kembali usaha yang jatuh akibat kebakaran.

“Dibutuhkan bantuan semua pihak terkait dengan masing masing kewenangannya guna membantu para pedagang. Kami di DPRD telah memfasilitasi pertemuan Pedagang Pasar Seketeng dengan Pemda Sumbawa pada hari senin lalu namun masih Buntu pada persoalan ini,” ungkap Yamin.

Para pedagang pasar Seketeng mencari sisa-sisa barang dagangan mereka yang masih bisa dimanfaatkan pasca kebakaran pada Rabu 23 Januari 2019

Hal senada juga diungkap Anggota DPRD Adizul Syahabuddin. Ia menyampaikan bahwa Pasar tahun ini memang telah direncanakan untuk dibangun. Namun karena adanya kejadian luar biasa dan tidak normal maka penanganannya juga musti dilakukan secara ekstra.

“Pemda telah bergerak mempersiapkan lapak sebagai tempat berdagang sementara. Namun yang kami minta adalah apa yang bsa diberikan Pemerintah Provinsi berdasarkan kewenangannya,” ujar Adizul.

Sementara Hamzah Cha menyampaikan bahwa kondisi pedagang sangat miris dan memprihatinkan. Oleh karenanya perlu ada bantuan modal dan penangguhan pembayaran kredit.

Menanggapi hal itu, Kabiro Ekonomi Setprov NTB, Muh Abduh menjelaskan, Pemerintah Provinsi telah bergerak menyikapi bencana kebakaran itu. Pada hari Jumat yang lalu Dinas Perdagangan Provinsi NTB telah turun ke lapangan melakukan kordinasi dengan Dinas perdagangan Kabupaten dan Bapenda yg membidangi Pasar.

“Kami telah meminta data pedagang Pasar semuanya dan yang terkena dampak. Dalam waktu dekat dijanjikan akan di serahkan kepada Pemprov dalam hal ini Dinas koperasi dan UKM dan Dinas Perdagangan,” ujarnya.

Pejabat Dinas Perdagangan NTB, menyatakan akan berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait masalah ini.
Menurutnya, bantuan dapat dalam bentuk peralatan atau perlengkapan dagang berupa meja panjang tempat menaruh barang.

Ia mengungkap, Gubernur sudah meminta pihak perbankan untuk memberikan kemudahan kepada para pedagang yang memiliki tanggungan di Bank.

“Ini sangat dibutuhkan. Kami akan hadir disana dan memetakan apa yg menjadi kewenangan kabupaten, Provinsi dan pusat,” ujarnya.

Kabag BUMD, Dewi memberikan penjelasan bahwa sda perlakuan khusus bagi yang terkena bencana alam. Prosedurnya Gubernur menyurati OJK. Selanjutnya ada regulasi yang dikeluarkan oleh OJK yang mengatur apa saja dispensasi yang akan di berikan oleh bank. Ada pula aturan restrukturisasi berupa relaksasi keringanan bunga dan penangguhan pembayaran selama 6 bulan yang akan disesuaikan dengan bank pemberi pinjaman.

“Prosesnya direkap dulu data nasabahnya, kemudian disampaikan datanya dan pihak OJK yang akan memberikan pertimbangan. Yang tidak diperkenankan adalah pemutihan,” pungkas Dewi.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.