Dewan Sosialisasikan 9 Rancangan Perda Inisiatif ke Masyarakat

KabarNTB, Sumbawa — Pada Maret 2019 ini, DPRD Kabupaten Sumbawa tengah sibuk melakukan sosialisasi terhadap delapan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usul prakarsa legislatif di sejumlah kecamatan.

Adapun ke delapan Ranperda tersebut, meliputi Raperda tentang Perlindungan Jaringan Listrik (komisi II), Raperda tentang Cagar Budaya (komisi IV), Raperda tentang Pelestarian Lingkungan Hidup (komisi II), Ranperda tentang Standar Keselamatan Bangunan Gedung Publik (Komisi III), Ranperda tentang Lembaga Kemasyarakatan Desa (Komisi I).

Ada juga Ranperda tentang Pembinaan Dan Pengawasan Penyelenggara Pemerintah Desa (komisi I), Ranperda Tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (komisi II), Ranperda tentang Pembatasan Peredaran Dan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu, Berbahaya, Dan Zat Aditif Lainnya (komisi IV).

Pada Selasa 5 Maret 2019, Sosialisasi dilaksanakan di Kantor kecamatan Moyo Hilir yang dipimpin Wakil Ketua DPRD, Kamaluddin (kordinator komisi IV), Hamzah H. Abdullah (anggota komisi IV), Ida Rahayu, ketua (Komisi IV), Adizul Syihabuddin (komisi I), H. Hafied Awad BA (Komisi III), Hairil (Komisi III), Sekwan, camat Moyo Hilir HM Lutfi Makky beserta jajaran pemerintah kecamatan moyo hilir, para kades, para ketua BPD, bhabinkamtibmas, Babinsa, serta tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda.

Tampak sejumlah peserta antusias mempertanyakan berbagai persoalan yang menyangkut ranperda tersebut, seperti perlindungan pemilik lahan yang dilalui jaringan listrik.

Demikian juga usul saran tentang Ranperda perlindungan lahan pertanian pangan berkelanjutan, Ranperda Lembaga kemasyarakatan Desa. Ada juga yang mempertanyakan kondisi distribusi air PDAM yang sering tidak ada, serta Ranperda Cagar Budaya.

Selain itu, ada yang memberi masukan terhadap PERDA Tentang Pembatasan Peredaran Dan Penyalahgunaan Obat-Obat Tertentu, Berbahaya dan Zat Aditif Lainnya seperti Komix, Tramadol, dan lainnya. peran puskesmas tidak tercantum dalam Ranperda tersebut, sementara di sumbawa ada 25 puskesmas yang telah berjalan dengan sistem BLUD, terutama kepala instalasi farmasi yang penting di masukkan dalam salah satu pasal di Ranperda.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.