Dihadapan Ribuan Mahasiswa di ITB, TGB Tegaskan Pemimpin Dalam Islam Bukan Pencitraan

KabarNTB, Bandung – Gubernur NTB, TGH M Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang – TGB) berkesempatan menjadi nara sumber dalam acara  Inspirasi Ramadhan ( IRAMA) yang digelar oleh Mahasiswa  Institut Teknologi Bandung (ITB), Minggu sore,4 Juni 2017 .
Pada kesempatan itu, Gubernur yang juga Doktor Ilmu Tafsir Al Qur’an lulusan Universitas Al Azhar, Mesir itu,  tampil  membawakan materi : “Melayani Rakyat dengan Berlandaskan Alquran”.
Didampingi Rektor ITB, Prof Kadarsah Suryadi, TGB yang  menguraikan 10 (sepuluh ) tugas pemimpin yang harus dijalankan secara amanah. Menurutnya, pemimpin harus dapat merangkum dan meringkas keseluruhan  apa yang ada dalam dirinya. Dari kesepuluh tugas pemimpin itu, yang pertama adalah memelihara agama dan memelihara mahluk hidup yang ada muka bumi.
“Mahluk hidup tidak boleh di eksploitasi  karena mereka mendukung keseluruhan semesta alam ini sebagai hamba Allah,” tandasnya.

TGB bersama Rektor ITB

TGB juga mengingatkan, seorang pemimpin tidak cukup hanya menggariskan kebijakan, hanya memerintah bawahan.
“Tetapi Pemimpin harus datang setiap saat menjangkau ujung-ujung paling jauh dari wilayah yang di amanatkan oleh Allah untuk melihat keadaan rakyat,” tutur TGB dihadapan ribuan mahasiswa yang terlihat antusias mendengarkan tausiyah dari Gubernur ahli tafsir Al Qur’an yang lulus dengan predikat summa cumeloude itu.
Acara dimaksud tidak hanya di hadiri mahasiswa dan civitas akademika ITB saja, tetapi juga mahasiswa dan civitas akademika kampus-kampus lain disekitarnya seperti :  UPI , UNPAD, UNIKOM serta Para Guru Besar dan PNS lainnya.
Menurut TGB, Masjid Salman ITB memiliki sejarah yang panjang. Karenanya Ia merasa bersyukur dapat duduk bersama di masjid yang bersejarah itu, bersama para mahasiswa dan kaum intelektual dalam rangka meletakkan satu bagian dalam proses pembangunan ummat di Indonesia yang luar biasa.
Ia juga mengajak jamaah yang hadir untuk bersyukur menjadi bagian dari institusi yang luar biasa  hebat itu.
Ia mengingatkan bahwa poros ummat Islam adalah Masjid,  kemudian menyebar kemana saja, dalam bentuk apa saja yang penting membawa kebaikan dan kemaslahatan. Tetapi tetap diikat dalam satu proses mengingat dan menghambakan diri kepada Allah SWT.
“Kepemimpinan terbaik bukanlah kepemimpinan yang strukturalistik  semata, tetapi juga  kepemimpinan yang fungsional. Pemimpin harus dapat merangkum dan meringkas keseluruhannya,” tegas TGB.
Pemimpin dalam Islam, menurutnya, harus berkhidmat menjadi seorang pemimpin dan  bukan sekedar aksesoris, bukan juga pencitraan, bukan pula hanya penyempurna pelipur lara. Bagian utama dari tugas seorang pemimpin, tutur Tuan Guru Bajang adalah melihat semua dinamika yang ada di lapangan, sampai yang terjauh ditengah kehidupan masyarakat terbawah.
“Begitulah alur bagaimana pemimpin melayani rakyat. Selain itu tugas pemimpin adalah melakukan transformasi, melakukan peroses perubahan  kearah yang lebih baik. Dan sudah banyak contoh tauladan kepemimpinan ideal yang di tunjukkan oleh nabi kita Muhammad SAW,” tandasnya.
Diakhir acara Gubernur NTB bersama jamaah melaksanakan buka bersama dan dilanjutkan sholat magrib secara berjamaah. Seusai melaksanakan sholat berjamaah, Gubernur TGB bersama rombongan melanjutkan safari Ramadan ke PW. Muhammadiyah Provinsi Jawa Barat dan memberikan kultum sesudah sholat isya, sebelum taraweh dimulai. (Yus)
Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.