DPO Tersangka Korupsi Proyek KUA Labangka Ditangkap di Taliwang

KabarNTB, Sumbawa Barat – Penyidik Kejaksaan Negeri Sumbawa menangkap Johan Satria (JS), tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Labangka Sumbawa, pada Rabu malam 18 September 2018.

Tersangka JS ditangkap di Taliwang Sumbawa Barat sekitar pukul 18.30 Wita di rumahnya di wilayah Kelurahan Telaga Bertong. Dalam penangkapan itu, pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa dibantu anggota Satreskrim Polres Sumbawa Barat.

JS merupakan Wakil Direktur CV. Samawa Talindo Resource pelaksana proyek Pembangunan Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Kecamatan Labangka Sumbawa. Oleh Kejaksaan ia telah ditetapkan sebagai tersangka pada 22 Juli 2019 lalu.

Kajari Sumbawa, Iwan Setiawan dan Tim, dalam konfrensi pers usai penangkapan JS, DPO sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Gedung Balai Nikah dan Manasik Haji KUA Labangka di Mapolres Sumbawa Barat

Kepala Kejaksaan Negeri Sumbawa, Iwan Setiawan yang memimpin penangkapan, mengatakan pihaknya sudah melakukan pemanggilan terhadap tersangka sebanyak tiga kali, namun yang bersangkutan selalu mangkir.

“Karena selalu mangkir dan tidak datang, maka kami tetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO),” ungkap Kajari, dalsm konfrensi pers di Mapolres Sumbawa Barat.

Kajari menyatakan apresiasi kepada Polres Sumbawa Barat atas kerja sama yang baik dan kekompakan dengan pihak Kejaksaan Negeri Sumbawa, sehingga tersangka bisa ditangkap.

Tersangka JS dijerat dengan Pasal (2), (3) UU Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 Tahun Penjara.

Pembangunan Balai Nikah KUA Kecamatan Labangka menelan anggaran sebesar Rp 1,2 Miliyar. Progress pekerjaan yang dilakukan CV Samawa Talindo Resource sebagai pelaksana proyek tersebut hanya 41 persen, namun anggaran proyek telah dicairkan 100 persen. Dari sini diduga ada kerja sama atau permufakatan jahat yang dilakukan.

Selain itu, hasil pemeriksaan yang dilakukan Kejaksaan bersama ahli bangunan, menemukan fakta bahwa kekuatan beton hanya K125. Sementara peraturan Menteri PUPR mensyaratkan untuk bangunan dua lantai minimal menggunakan beton K225.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.