Empat Tersangka Kasus Proyek Talud Patedong Resmi Ditahan

KabarNTB, Sumbawa — Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumbawa resmi menahan empat orang tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan proyek pembangunan talud pengaman pantai di Dusun Patedong Desa Sebotok Pulau Moyo Kecamatan Labuhan Badas Sumbawa, Selasa 8 Januari 2019.

Keempat tersangka yang ditahan tersebut adalah IK—Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Dinas PUPR Kabupaten Sumbawa, IS dan KW—Konsultan Pengawas, dan FK—Direktur Perusahaan Pemenang Tender.

Sebelumnya para tersangka ini menjalani pemeriksaan sebagai saksi dan dilakukan pemeriksaan dari pukul 10.00 hingga 12.00 Wita. Usai pemeriksaan keempat tersangka keluar dari ruang Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) mengenakan rompi orange dan dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan kelas II Sumbawa dengan menggunakan mobil dinas Kejaksaan.

Para tersangka kasus dugaan korupsi proyek talud pengaman pantai Desa Patedong Pulau Moyo saat akan dibawa tim Jaksa untuk penahanan

Kajari Sumbawa, Iwan Setiawan, didampingi Kasi Pidsus Anak Agung Raka PD, dalam keterangan persnya mengatakan, penanganan kasus dugaan penyimpangan proyek pembangunan Talud di Dusun Patedong Pulau Moyo tersebut sudah berjalan lama.

“Berdasarkan pemeriksaan intensif tim penyidik, ditemukan dua alat bukti yang cukup terjadinya tindak pidana korupsi,” ungkap Kajari.

Indikasi korupsi itu salah satunya adalah temuan telah dilakukan pembayaran, sementara pekerjaan tidak tuntas. Demikian juga bahan yang digunakan dalam pengerjaan proyek tidak sesuai dengan spesifikasi yang disayaratkan. Hal ini menimbulkan kerugian Negara dalam pelaksanaan proyek dimaksud sesuai hasil perhitungan BPKP.

“Jika sudah ada perbuatan melawan hukum dan terjadi kerugian negara, maka itulah dasar kami untuk menetapkan tersangka,” jelas Kajari.

Terkait penahanan, Kajari menjelaskan, merujuk pada pasal 21 KUHAP, bahwa tersangka dikhawatirkan melarikan diri, mengulangi perbuatan, dan menghilangkan barang bukti. Selain itu untuk memenuhi asas pelayanan yang diatur dalam KUHAP yakni memberikan pelayanan cepat, murah dan sederhana.

“Maka kita tetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan yang selanjutnya dalam waktu dekat, perkara kasus ini akan di limpahkan ke pengadilan untuk proses persidangan,” imbuhnya.

Soal kemungkinan adanya penambahan tersangka baru, menurut Kajari, itu semua tergantung dari hasil pengembangan penyidikan. Ia memastikan semua saksi yang pernah dimintai keterangan sebelumnya akan kembali dipanggil.

Untuk diketahui, proyek pembangunan talud pengaman pantai di Dusun Patedong, Desa Sebotok, Pulau Moyo itu dilaksanakan dengan pembiayaan bersumber dari APBD Sumbawa Tahun 2017 senilai sekitar Rp 186 juta dengan panjang Talud 112 meter.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.