Gempa Susulan Sulitkan Pendataan, Pangdam Minta Perkuat Koordinasi Penyaluran Bantuan

KabarNTB, Lombok Utara –¬†Gempa susulan magnitudo 6.2 SR yang terjadi pada Kamis siang 9 Agustus 2018, menambah kesedihan dan trauma warga NTB khususnya Pulau Lombok. Warga langsung mendirikan tenda-tenda terpal tempat tinggal sementara baik yang ada didekat rumah maupun terkonsentrasi pada satu lokasi pengungsian.

Danrem 162/WB Kolonel Czi Ahmad Rizal Ramdhani, selaku Dansatgas Penangulangan Darurat Bencana Alam Gempa Lombok menyatakan, kondisi tersebut menyulitkan petugas dalam pendataan.

“Banyaknya tenda pengungsian baik yang ada diperumahan berdiri sendiri maupun mengelompok pada satu titik mengakibatkan kesulitan dalam pendataan jumlah pengungsi maupun pendistribusian Logistik ke wilayah terdampak,” ungkap Rizal sapaan akrab Danrem 162/WB.

Pangdam IX/Udayana Mayjend TNI Benny Susianto saat mengunjungi korban gempa yang dirawat di rumah sakit lapangan Kostrad

Ia menjelaskan, pendataan yang dilakukan oleh Babinsa bersama Babinkamtibmas dan Kepala Desa setempat dibawah pimpinan Mupika terus dilakukan untuk mengetahui secara pasti jumlah pengungsi maupun korban.

“Jika sudah diketahui secara pasti jumlah pengungsi maka akan mempermudah pendistribusian logistik secara merata,” tegasnya.

Selain itu, sambungnya, jumlah personel yang ada sudah terbagi ke semua Kecamatan dan juga jumlahnya masih terbatas untuk membantu mengevakuasi ataupun perbaikan saluran PDAM yang masih rusak di Desa Senaru Kecamatan Bayan sehingga seluruh lokasi belum bisa tersentuh secara menyeluruh.

Senada Dengan Danrem 162/WB, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Benny Susianto, juga menyampaikan pada saat rapat bersama dengan BNPB Pusat maupun daerah, BPBD, TNI Polri dan pihak terkait, bahwa dirinya telah berkeliling menggunakan sepeda motor ke dusun-dusun terpencil dan diakuinya memang ada wilayah yang belum tersentuh.

“Ya memang ada beberapa tempat terpencil yang belum sama sekali tersentuh dan membutuhkan perhatian kita bersama,” ungkapnya.

Karena itu, di forum dimaksud, Pangdam meminta semua pihak untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan persepsi dalam penanganan para korban.

“Posko ini didirikan untuk mengharmonisasi dan mendinamisasikan semua bantuan yang datang dari manapun dengan mengklaster jumlah pengungsi baik dalam jumlah besar maupun kecil berdasarkan hasil pendataan dilapangan, sehingga Posko bisa mengatur pendistribusian logistik sesuaikan dengan jumlahnya,” tegas Benny.

Benny juga mengucapkan terimakasih atas masukan terhadap wilayah-wilayah yang belum tersentuh.

“Namun kita juga harus tahu apa yang mereka butuhkan dan berapa jumlah pengungsi, baru dikirim bantuan logistiknya sehingga semua bisa didukung dengan baik,” pungkasnya.(EZ/*)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.