Ini Kata Ulama Menyikapi Penghinaan Terhadap Cadar dan Azan

KabarNTB, Sumbawa Barat – Puisi dengan judul “Ibu Indonesia” yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarno Putri pada acara 29 Tahun Anne Aventie Berkarya di Indonesia Fashion Week 2018 terus mendapat kecaman dari berbagai kalangan.

Puisi itu dinilai telah melukai umat Islam, karena dianggap sebagai pelecehan dan penodaan terhadap ajaran Islam yang coba dipertentangkan dengan nilai-nilai budaya bangsa.

Lalu apa kata ulama terkait sikap yang mesti ditunjukkan ummat Islam terhadap ‘penghinaan’ itu ?.

Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) KH Syamsul Ismain, menulis hal itu lewat postingan di akun facebook pribadinya @Syamsul Ismain.

Kyai pengasuh pondok pesantren Himmatul Ummah Kecamatan Brang Rea itu, menulis tiga hal yang semestinya dilakukan ummat Islam “Ketika Cadar dan Azan Dihina”.

Pertama, menurutnya, laporkan hal itu ke penegak hukum atas nama penistaan agama.

“Kedua, jangan balas penghinaan dengan penghinaan karena itu menambah dosa dan kita tidak ada bedanya dengan mereka yang menghina,” tulis Kyai Syamsul.

Sedangkan yang ketiga, tulisnya, Kita (ummat Islam) harus introspeksi diri masing – masing.

“Sudahkah kita mencintai jilbab dan azan dalam kehidupan kita?,” tambahnya.

Dijelaskan, barometer dari mencintai jilbab dan azan itu adalah, ketika cadar dihina maka semua kaum muslimah yang belum berjilbab hendaklah berjilbab. Dan ketika Azan dihina maka semua kaum muslimin dan muslimat hendaklah berbondong – bondong memenuhi panggilan azan untuk sholat berjamaah lima kali sehari semalam.

“Kalau hal ini belum kita lakukan maka cinta kita terhadap Islam masih cinta palsu hanya sebatas dibibir saja. Ayo saudara – saudaraku semua, kita cinta Islam dengan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan kita,” ajaknya.

Berikut postingan lengkap KH Syamsul Ismain :

“KETIKA CADAR DAN AZAN DIHINA”
=============================
Apakah yang akan kita lakukan???
Pertama : laporkan kepenegak hukum atas nama penistaan agama
Kedua : Jangan balas penghinan dengan penghinaan karena itu menambah dosa dan kita tidak ada bedanya dengan mereka yang suka menghina
Ketiga : Kita harus introspeksi diri masing2, sudahkah kita mencintai jilbab dan azan dalam kehidupan kita??? barometernya adalah
Ketika Cadar dihina maka semua kaum muslimah yang belum berjilbab hendaklah berjilbab dan Ketika Azan dihina maka semua kaum muslimin dan muslimat hendaklah berbondong2 memenuhi panggilan azan untuk sholat berjamaah 5 kali sehari semalam

kalau hal ini belum kita lakukan maka cinta kita terhadap islam masih cinta palsu hanya sebatas dibibir saja. Ayoooo…..saudara2ku semua kita cinta islam dengan mengamalkan ajarannya dalam kehidupan kita….”.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.