Jembatan Putus Akibat Hujan Lebat, Talonang Kembali Terisolir

KabarNTB, Sumbawa Barat – Desa Talonang Baru SP III Kecamatan Sekongkang, Sumbawa Barat, kembali terisolir akibat putusnya jembatan menuju desa tersebut karena diterjang banjir bandang pada Jum’at 7 Desember 2018.

Hujan deras secara terus menerus mengguyur wilayah selatan KSB itu sejak Kamis (6/12/2018) menyebabkan jembatan di Brang Bodo yang menghubungkan Desa Tatar dengan Desa Talonang Baru, putus.

Kondisi jembatan di Jalur menuju Desa Talonang Baru yang putus

“Akibat hujan deras dan banjir, jembatan darurat di Brang Bodo putus terbawa arus sungai. Jalur Selatan Kabupaten Sumbawa Barat menuju Desa Talonang Baru dan Kabupaten Sumbawa putus. Kami sudah laporkan ini ke Pemerintah dan semoga dapat segera dilakukan perbaikan,” uangkap Lalu Dedi Juanda Kepala Desa Talonang Baru, Jumat siang.

Dedi menjelaskan, selain mengakibatkan putusnya jembatan, hujan deras juga telah mengakibatkan longsor berat di Tanjakan Naga. Kondisi ini mengakibatkan badan jalan tergerus dan yang tersisa hanya setengah.

“Kalau dibiarkan sangat membahayakan bagi lalu lintas di jalur selatan,” imbuhnya.

Hujan dengan intensitas tinggi, lanjut Dedi, mengguyur kawasan Selatan Kabupaten Sumbawa Barat sejak Kamis siang hingga malam.

Sebelumnya pada bulan november lalu jembatan ini juga putus karena diterjang arus air yang deras dari pegunungan.

“Pekan lalu jembatan tersebut telah diperbaiki secara gotong-royong oleh warga desa. Namun kembali putus akibat hujan pada Jum”at,” jelasnya.

Akibat dari putusnya jembatan tersebut, dipastikan jalur transportasi di bagian selatan terhenti dan Desa Talonang Baru terisolir. Dedi berharal pemerintah dan pihak lainnya segera turun tangan melakukan perbaikan.

Sementara itu, Muhammad Rizal pemerhati pembangunan desa dari Lembaga Riset dan Pengembangan Desa (RiPeD) kepada wartawan mengharapkan pemerintah agar segera memberikan bantuan peralatan dan bahan yang dapat digunakan untuk melakukan perbaikan jembatan agar jalur selatan Sumbawa Barat dapat normal kembali.

“Saat ini masyarakat Talonang Baru terutama petani sangat membutuhkan kelancaran distribusi pupuk dan obat-obatan pertanian untuk lebih dari 1000 hektar lahan jagung yang telah mereka tanam,” ungkap Rizal.

“Jika kondisi ini berlarut, maka akan mengancam produktivitas tanaman jagungnya menurun karena kelangkaan sarana produksi ini,” tambahnya.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.