Johan : Penanggungjawab Sail Moyo Tambora Jangan Asyik Sendiri

KabarNTB, Mataram — Event pariwisata nasional Sail Moyo Tambora 2018 (SMT 2018) dinilai kurang menggaung untuk disosialisasikan kepada masyarakat luas. Padahal event yang bakal berlangsung dari tanggal 9 hingga 23 September di Pulau Sumbawa – NTB ini akan mendatangkan 42 negara sebagai partisipan. Namun, pihak penanggungjawab dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Pemerintah Provinsi NTB dinilai ‘lelet’.

Kondisi ini menjadi sorotan berbagai pihak. Pihak penanggungjawab event yang telah menjadi agenda pariwisata nasional itu diminta untuk lebih menggalakkan sosialisasi kepada masyarakat tentang maksud dan tujuan SMT 2018.

“Intinya penanggungjawab Sail Moyo Tambora jangan asik sendiri. Ceritakan kepada masyarakat, apa, bagaimana dan persiapannya sudah sejauh mana agar masyarakat luas tahu dan mengerti,” tegas H Johan Rosihan ST — Ketua Fraksi PKS DPRD NTB, Senin 29 Juli 2018 di Mataram.

Menurut Anggota DPRD NTB asal Dapil IV Sumbawa-KSB ini, masih banyak masyarakat yang awam akan kegiatan tersebut. Bahkan diperkirakannya, masyarakat luas khususnya masyarakat Sumbawa juga belum mengerti maksud dan tujuan event akbar berskala internasional ini.

“Untuk itu, penanggungjawab harus lebih maksimal dalam rangka mempersiapkan segala sesuatunya. Perbaikilah rambu jalan seperti di Poto Tano, wilayah Samota juga harus lebih dipercantik terutama kondisi lampunya harus terang. Termasuk juga infrastrukturnya, karena persiapan fisik itu penting,” kata Johan Rosihan.

Tak hanya itu, melihat realita yang ada, berdasarkan hasil pantauannya yang sempat terjun langsung kelapangan (Sumbawa, Red) pada minggu lalu, belum ada tanda-tanda penyambutan (Spanduk Selama Datang) seperti di Amanwana dan Mata Jitu. Padahal lokasi tersebut juga merupakan ikon Sail Moyo Tambora. Selain itu, keberadaan kapal-kapal pesiar dari berbagai negara yang akan berpartisipasi dengan membawa para wisatawan juga penting untuk dipastikan apakah akah berlabuh dan menurunkan wisatawan atau tidak.

“Harus dijelaskan dong, apakah mereka (Wisatawan asing) akan turun dari kapal atau tidak. Kalau turun apa saja dampaknya bagi Sumbawa dan apa saja yang sudah dipersiapkan. Karena kalau dari segi penyambutan, masyarakat Sumbawa tidak perlu diajarkan lagi. Karena orang Sumbawa itu sudah sangat faham dan ahli dalam hal sambut menyambut tamu sesuai karakter,” ujar Johan.

“Pada dasarnya kita sudah luar biasa siap. Hanya saja harus jelas, dan persiapan lainnya jug harus dimaksimalkan. Kenapa harus dijelaskan, karena ketika semuanya jelas maka kita (Masyarakat Sumbawa) juga pasti akan menyesuaikan. Bayangkan saja, ketika kita sudah luar biasa siap, tapi mereka (Orang Asing) tidak kunjung turun,” demikian Johan Rosihan.

Untuk diketahui, perhelatan Sail Indonesia Moyo Tambora 2018 diselenggarakan bersama oleh Pemkab Sumbawa dan Pemprov NTB bersama Kemenko Maritim dan Kemenpar dalam upaya mempromosikan potensi wisata bahari NTB ke kancah internasional.(VR)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.