Kelompok Tani ‘Uma Inel’ Sumbawa Sukses Kembangkan Padi Organik

KabarNTB, Sumbawa – Kabupaten Sumbawa sukses melaksanakan pengembangan dan budidaya padi organik. Program itu dilaksanakan Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa bekerja sama dengan Lembaga Kajian Program Masyarakat Sumbawa (LKPMS)dan kelompok Tani Uma Inel Desa Sebasang, Kecamatan Moyo Hulu.

Padi organik hasil program ini, dipanen dalam kegiatan panen raya bertemakan “Padi Organik untuk masa depan yang lebih sehat di lahan milik Kelompok Tani Uma Inel desa Sebasang Kecamatan Moyo Hulu pada Rabu 4 april 2018). Bupati Sumbawam HM Husni Djibril, hadir langsung dalam kegiatan panen raya itu.

Dalam sambutannya, Bupati menyatakan Pemkab Sumbawa memberi perhatian besar terhadap program pertanian. Dimana salah satunya Sumbawa telah meluncurkan program Gema Jipi yang telah berjalan dengan baik dan akan berkaitan erat dengan program pupuk organik.

Bupati Sumbawa, HM Husni Djibril melaksanakan panen raya padi organik di lahan Kelompok Tani Uma Inel Desa Sebasang Kecamatan Moyo Hulu

“Dengan program pupuk organik ini, Daerah kita bisa meningkatkan produksi padi. Sebab Kabupaten Sumbawa tidak boleh kekurangan padi, mengingat Sumbawa merupakan daerah penyanggah lumbung padi nasional, Jadi produksi padi kita harus tetap tersedia dalam jumlah besar dan kualitasnya terjaga,” terang Bupati.

Menurutnya, upaya peningkatan produksi padi selama ini masih terkendala oleh rendahnya penerapan teknologi oleh para petani. Khusus dalam penggunaan pupuk, untuk bisa memproduksi padi secara optimal dengan luas lahan satu hektar maka petani membutuhkan minimal 200 kg pupuk urea (4 sak), 100 kg pupuk sp-36 (2 sak), dan pupuk NPK sebanyak 200 kg (4 sak). Sementara jatah pupuk subsidi pemerintah hanya 100 kg pupuk urea (2 sak), dan 50 kg pupuk npk (1 sak).

“Dengan hadirnya program pupuk organik ini, diharapkan bisa mengatasi kendala yang dihadapi oleh petani,” imbuhnya.

Untuk diketahui, bahwa kebutuhan pupuk urea subsidi di Kabupaten Sumbawa berdasarkan permintaan petani melalui Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) tani tahun 2017 adalah sebesar 58.000 ton.

Sedangkan alokasinya berdasarkan SK. Kadis Pertanian dan perkebunan provinsi NTB hanya sebesar 26.000 ton\. Dalam kaitan tersebut, untuk mengatasi kekurangan pupuk, kelompok tani “Uma Inel” sudah selangkah lebih maju, dimana sudah 4 tahun ini mereka telah menerapkan pupuk organik yang bahan bakunya diperoleh di sekitar lingkungan kelompok tani tersebut.

Pada tahun 2017 lalu produksi padi kelompok tani “Uma Inel” mencapai 7 ton per hektar, lebih tinggi  dibandingkan produksi petani sekitar yang tidak menggunakan pupuk organik yang hanya mencapai 5 ton per hektar.

Bupati kembali menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga mencanangkan inovasi penggunaan pupuk organik pada tanaman padi sebagai pengganti pupuk urea, NPK dan pestisida. Sebab dengan semakin meningkatnya kesadaran tentang bahaya yang ditimbulkan oleh pemakaian pupuk anorganik (kimia) menjadikan pertanian organik banyak dipilih sebagai bahan pangan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan sehingga mendorong meningkatnya permitaan pasar akan padi organik.

Disamping itu, keberlangsungan lahan pertanian melalui pengunaan pupuk organik tetap terjaga sebab kesuburan tanah bisa dipulihkan, tanaman tahan terhadap perubahan iklim terutama curah hujan yang tinggi dan juga ketahanan terhadap serangan hama serta yang paling penting keluarga petani menjadi lebih sehat karena konsumsi bahan pangan yang bebas dari bahan kimia.

“Harapannya, pemanfaatan teknologi ini dapat disebarluaskan secara berkelompok sehingga produktifitas hasil pertanian di Tana Samawa dari tahun ke tahun semakin baik. Sementara kepada para mahasiswa saya berharap bisa melakukan kajian atau analisis ilmiah untuk menunjang kemajuan pertanian di Kabupaten Sumbawa,” tandas Bupati.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.