Kisah NR Dibalik Tagline ‘ Agar Mereka Tahu bahwa Kita Tetap Ada’

Tidak banyak Calon Legislatif (Caleg) baik yang mencalonkan di Kabupaten, Provinsi maupun DPRRI yang mampu membuat tagline sederhana, mengena dan bisa memancing rasa penasaran masyarakat untuk mencari tahu lebih jauh. Karena sejatinya, dibalik tagline tersebut ada makna luas yang bisa menggambarkan alasan, motivasi dan tujuan seseorang maju menjadi calon wakil rakyat.

Nurdin Ranggabarani, adalah salah satu dari sedikit Caleg yang mampu membuat tagline tersebut. Ia yang menjadi Caleg DPRRI Nomor Urut 1 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Dapil NTB II (Pulau Sumbawa), memasang tagline “Agar Mereka Tahu bahwa Kita Tetap Ada”.

Sekilas tidak ada yang istimewa dari kalimat itu. Bahkan terkesan biasa saja. Tetapi jika dikaji lebih dalam, kalimat tersebut menyiratkan ada ‘sesuatu’ yang pernah atau saat ini sedang berlangsung yang menjadi suatu ‘kewajiban kolektif’ bagi masyarakat (baca pemilih) untuk mempertahankannya.

Nurdin Ranggabarani (NR) bersama ketua Majelis Syariah, Ketua DPC dan para Kader PPP KSB

Ditemui usai menyampaikan orasi politik di acara Ijtihad Siyasah DPC PPP Sumbawa Barat, Sabtu 2 Februari 2019, politisi yang akrab disapa NR itu bercerita panjang lebar tentang kenapa Ia akhirnya memutuskan menjadi calon anggota DPRRI dengan tagline tersebut.

“Kemenangan hanya layak bagi orang yang memperjuangkannya,” ujarnya memulai.

Sesungguhnya, saat keran pencalonan sebagai legislator di Pemilu 2019 dibuka KPU, NR mengaku tengah bersiap untuk kembali mencalonkan diri sebagai anggota DPRD NTB, tempatnya berkiprah saat ini. Dalam perjalanannya, tiba- tiba ada pemekaran Dapil oleh KPU. NTB yang pada Pemilu 2014 hanya menjadi satu Dapil untuk DPRRI, berubah menjadi dua, yakni Dapil NTB 1 (Pulau Lombok) dan Dapil NTB II (Pulau Sumbawa).

“Ketika terjadi pemekaran Dapil ini, saya bertemu dengan saudara kita H Fahri Hamzah yang saat itu tengah bermasalah dengan partainya (PKS). Saya datangi beliau dan saya tawarkan agar beliau masuk PPP. Karena Dapil sudah pecah, saya ingin beliau dicalonkan oleh PPP di Dapil Pulau Sumbawa,” ungkapnya.

Fahri Hamzah, sambung NR, menolak tawaran tersebut. Justeru politisi yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRRI itu, meminta dirinya yang maju mencalonkan diri ke DPRRI.

Ketua Majelis Syariah DPC PPP KSB, Fud Syaifuddin, Wakil Ketua DPW PPP NTB, Nurdin Ranggabarani dan Ketua DPC PPP KSB, Amiruddin Embeng, serta Caleg DPRD NTB Dapil NTB V, Fakhruddin Rob

“Saya bilang, kalau ada Haji Fahri, saya provinsi saja. Tapi beliau (Fahri Hamzah) bilang, beliau tidak maju. Saya pastikan apakah beliau tidak maju lewat parpol lain, tetap dijawab tidak dengan alasan beliau tetap istiqomah di partainya (PKS),”.

NR mengaku sampai tiga kali bertemu dengan Fahri Hamzah dan membicarakan hal yang sama.

“Dan beliau kembali menegaskan, Saya dan Pak Nurdin sama. Pak Nurdin saja yang maju, saya istirahat sekarang. Kami kemudian berdiskusi bahwa perlu ada orang yang menggantikan posisi beliau di Senayan,”.

Dalam diskusi itu, Fahri Hamzah menyatakan bahwa figure yang cocok itu adalah Nurdin sendiri.

“Alasan beliau, supaya Sumbawa itu tetap ada. Nah itulah yang kemudian muncul tagline itu ‘Agar Mereka Tahu bahwa Kita Tetap Ada. Terus saya tanya lagi, kira-kira tagline yang lain apa. ‘Siap mengawal kepentingan Pulau Sumbawa di pentas nasional’. Jadi semua ini kami rembukkan. Alhamdulillah beliau juga komitmen untuk tetap bersama kita karena kami punya visi yang sama, bahwa keberlajutan gaung suara Sumbawa itu harus tetap berlanjut di DPRRI,” ungkapnya.

Bagi NR, proses yang dilakoninya saat ini merupakan perjuangan untuk meraih kemenangan dan mempertahankan eksistensi Tau Samawa di pentas politik Nasional. Karena itu semua komponen, termasuk media dan wartawan memiliki tanggungjawab yang sama untuk mengedukasi masyarakat agar terpilih wakil rakyat yang berkualitas.

NR dengan nada berkelakar bahkan menyebut ‘dosa besar’ bagi semua pihak, manakala kita tidak mampu berjuang bersama rakyat untuk menghasilkan wakil rakyat yang berkualitas. Alasannya, media dan wartawan pasti tahu rekam jejak masing-masing kandidat yang sedang berkontestasi saat ini.

“Media punya peluang besar untuk menuntun rakyat mendapat pilihan terbaik melalui pemberitaan edukatif. Wartawan punya kontribusi besar dalam perjuangan menegakkan demokrasi yang salah satu indikatornya adalah lahirnya pemimpin atau legislator yang memang diharapkan oleh rakyat. Baik dalam kiprah perjuangannya, maupun rekam jejaknya selama ini,” pungkasnya.

Satu pesan diungkapkan NR diakhir pertemuan, bahwa media dan wartawan punya kesempatan (menjadi filter) untuk mengeliminir segala sesuatu (yang negatif) yang terjadi saat seseorang sudah memangku jabatan dengan kerja-kerja yang edukatif kepada masyarakat. Filter tersebut bisa difungsikan saat ini, saat kontestasi sedang berlangsung.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.