KKP, Pemda Sumbawa dan Nelayan Prajak Deklarasi Anti Destructive Fishing

KabarNTB, Sumbawa – Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia bekerja sama dengan Pemda Sumbawa menggelar kegiatan kampanye dan edukasi penanggulangan destructive fishing di Kabupaten Sumbawa, Rabu 24 Juli 2019, di Dusun Prajak Desa Batu Bangka Kecamatan Moyo Hilir.

Hadir dalam acara tersebut Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan RI Bidang Ekologi dan Kelautan, Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Ditjen PSDKP, Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi NTB, dan bupati sumbawa HM Husni Djibril serta ratusan masyarakat nelayan dusun setempat.

Bupati Sumbawa dalam sambutannya menyambut baik diselenggarakannya kegiatan ini, mengingat di Teluk Saleh masih cukup marak terjadi destructive fishing berupa penangkapan ikan dengan menggunakan bahan peledak maupun menggunakan potassium yang dapat merusak sumber daya ikan dan lingkungan laut.

Karena itu, kegiatan kampanye dan edukasi penanggulangan destructive fishing ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat khususnya para nelayan untuk menempati garis terdepan dalam menjaga dan memelihara kelestarian terumbu karang dan spesies langka hiu paus yang ada di Teluk Saleh.

Bupati Sumbawa, Perwakilan Kementerian Keluatan Perikanan dan nelayan Dusun Prajak, Moyo Hilir dalam deklarasi anti destructive fishing

Lebih lanjut H Husni menyampaikan pasca ditetapkannya Teluk Saleh, Moyo dan Tambora (Samota) sebagai cagar biosfer oleh UNESCO pada bulan juni lalu, Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui dinas terkait akan terus berupaya mengambil peran sesuai dengan tugas dan fungsinya serta bekerja secara kolaboratif dengan mengambil langkah-langkah strategis melalui dukungan program yang terintegrasi untuk keberlanjutan perlindungan hiu paus dan ekosistemnya untuk pemanfaatan ekonomi yang berkelanjutan.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan RI Bidang Ekologi dan Kelautan, Aryo Hanggono, dalam sambutannya menghimbau, masyarakat pesisir pantai untuk menghentikan kebiasaan menangkap ikan dengan menggunakan bom dan potassium, agar kelestarian biota laut seperti terumbu karang dan ikan tetap terjaga, mengingat Teluk Saleh memiliki potensi sumber daya yang dapat menjadi daya tarik untuk kemajuan perekonomian dan pariwisata di Kabupaten Sumbawa.

Aryo juga menambahkan, ikan hiu paus yang ada di Teluk Saleh merupakan aset berharga yang dimiliki perairan Sumbawa, yang bisa membawa nama Pulau Sumbawa terkenal seperti Pulau Komodo di NTT.

Sebelumnya ketua penyelenggara kegiatan tersebut, Iim Naimah dalam laporannya menyebut kegiatan kampanye dan edukasi destructive fishing ini merupakan kegiatan yang di laksanakan oleh Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Ikan dan Kelautan pada Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia yang bekerja sama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa. Ditambahkan, Kegiatan ini dimaksudkan untuk menumbuhkan pemahaman dan kesadaran para nelayan di Kabupaten Sumbawa, sehingga tumbuh rasa memiliki, mencintai dan menjaga lautnya agar tetap lestari, salah satunya dengan tidak melakukan penangkapan ikan dengan mengebom dan menggunakan racun.

Acara tersebut juga ditanda tangani juga deklarasi anti destructive fishing oleh Staf Ahli Menteri Bidang Kelautan Dan Perikanan, Bupati Sumbawa, Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Kelautan Ditjen PSDKP, Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Prov. NTB, Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Kab. Sumbawa dan perwakilan nelayan. (JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.