Komisi II DPRD KSB Minta Bulog Tambah Kapasitas Gudang Lamusung

KabarNTB, Mataram – Komisi II DPRD Sumbawa Barat melaksanakan kunjungan kerja ke Badan Urusan Logistik (Bulog) Divre NTB, Jum’at 8 Maret 2019.

Kunker itu membawa misi untuk meminta badan pemerintah yang mengurusi masalah logistik itu untuk menambah luas gudang Bulog di Lamusung, Kecamatan Seteluk dan mengkoordinasikan persiapan penyerapan gabah di musim panen ini.

Dengan menambah luas berarti menambah kapasitas daya tampung gudang terhadap komodity petani seperti gabah dan jagung. Rombongan Komisi II diterima langsung oleh Kepala Bulog Divre NTB, Ramlan UE.

“Kami juga mempertanyakan rencana strategis Bulog terkait anjloknya harga jagung petani. Komisi II melihat tiga persoalan ini urgent untuk segera disikapi Bulog, mengingat saat ini sudah mulai memasuki musim panen baik padi maupun jagung,” ungkap Ketua Komisi II, Aheruddin Siddik, kepada KabarNTB usai pertemuan dengan pihak Bulog.

Dari penjelasan yang diterima, sambung Aher, Bulog NTB menyatakan sudah mengusulkan ke Bulog Pusat untuk pengembangan Gudang Lamusung dari kapasitas 3.500 ton menjadi 20.000 ton.

“Komisi II siap memperjuangkan sekaligus mengawal ke pusat terkait dengan penambahan kapasitas gudang tersebut. Insyah Allah di bulan April kami akan ke Bulog Pusat di Jakarta untuk mendorong terealisasinya usulan Bulog NTB,” tegas Aher.

Terkait rencana penyerapan gabah petani, pihak Bulog memastikan akan turun melaksanakan operasi pasar apabila harga gabah petani turun jauh di bawah HPP (Harga Pembelian Pemerintah) Gabah.

Sementara untuk persoalan harga jagung saat ini, pihak Bulog, kata Aher, akan menyusun segera rencana penanganan harga mininal mendekati HPP jagung.

“Fokus kita di komisi II bagaimana agar Bulog yang mendapat penugasan dari pemerintah bisa maksimal menyerap hasil panen petani, baik gabah maupun jagung, sekaligus berperan mengintervensi agar harga dua jenis komodity ini tidak anjlok yang dapat merugikan petani. Alhamdulillah pihak Bulog menyatakan kesiapan,” tandas Aher.

Untuk diketahui, sesuai Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 58 Tahun 2018, untuk harga jagung ditingkat petani, dengan kadar air 15 persen sebesar Rp 3.150 per kg, kadar air 20 persen Rp 3.050 per kg, kadar air 25 persen 2.850 per kg, kadar air 30 persen Rp 2.750 per kg, dan kadar air 35 persen Rp 2.500.

Sedangkan harga gabah (harga Inpres Nomor 5 tahun 2015), gabah kering panen Rp 3.700 per kg di tingkat petani dan 3.750 ditingkat penggilingan. Gabah kering giling Rp 4.600 ditingkat penggilingan dan Rp 4.650 di depan pintu Perum Bulog.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.