KSB Prioritaskan Bangun Sekolah Darurat di Wilayah Terdampak Gempa

KabarNTB, Sumbawa Barat – Pemerintah Daerah Sumbawa Barat, memperioritaskan tersedianya fasilitas pendidikan dan kesehatan di wilayah-wilayah terdampak parah akibat gempa.

Bupati HW Musyafirin, mengatakan untuk beberapa sekolah yang ruangan kelasnya tidak bisa lagi digunakan, Pemda akan membangun sekolah darurat sementara yang layak.

“Rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan ini akan memakan waktu berbulan-bulan, kita harus segera membuat sekolah sementara agar anak-anak segera kembali belajar,” ujar Bupati di rapat perencanaan kegiatan di Posko Penanganan Bencana Kabupaten di halaman kantor BPBD KSB, Sabtu malam (1/9).

Bupati KSB, HW Musyafirin menerima penyerahan bantuan untuk korban gempa di KSB dari Menteri Sosial, Agus Gumiwang (30/8)

Tempat belajar sementara, kata Bupati, harus benar-benar aman dan jauh dari bangunan sekolah yang akan direkonstruksi, agar tidak mengganggu proses belajar mengajar saat bangunan sekolah yang rusak total di robohkan.

Bupati berharap proses belajar mengajar bisa segera dilaksanakan, keterlibatan para camat juga sangat menentukan kecepatan kinerja pasukan nantinya karena selain pihak Dikpora, para camat lah yang mengetahui pasti situasi di wilayahnya masing-masing.

“Bahan-bahan yang akan digunakan untuk membangun sekolah darurat sudah siap. Saya minta Camat untuk mampu menentukan titik lokasi, sehingga nanti sudah langsung bisa dieksekusi,” kata Bupati.

Ia mengapresiasi kehadiran para anggota TNI di tengah-tengah masyarakat yang berperan penting untuk mendorong partisipasi dan semangat warga untuk bahu-membahu bergotong royong membuat sekolah darurat serta membersihkan puing-puing bangunan.

Sementara itu, Dandim 1628/Sumbawa Barat, Letkol Czi Eddy Oswaronto, mengatakan TNI dan Polri selalu mendukung dan berusaha maksimal membantu Pemda dalam menghadapi masalah dilapangan dan membantu kesulitan warga.

“Bangunan sekolah sementara harus segera dibuat karena walaupun beberapa kelas masih bisa digunakan namun trauma pada anak – anak masih terasa, orang tua murid juga belum mau mengijzinkan anaknya untuk belajar di dalam ruangan kelas,” ucapnya.

Untuk mempercepat Proses rekonstruksi pasca bencana gempa bumi di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB), Pemerintah Daerah menerjunkan 171 personil gabungan yang terdiri dari 76 orang TNI dari Yonzipur 9/Kostrad, 40 personil Pol PP, dan 20 orang personil BPBD, ditambah dengan anggota polres KSB sebanyak 35 orang. Selain ratusan pasukan, Yonzipur juga menurunkan 1 Unit alat berat ditambah dengan beberapa alat berat yang dimiliki Pemda KSB.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.