Mau Kuliah ke Luar Negeri? Doktor Zul : Syaratnya Cuma Nekat dan Bersemangat!

KabarNTB, Sumbawa Barat – Bagi anak muda NTB yang berniat melanjutkan study ke luar negeri, saat ini kesempatan semakin terbuka lebar.

Syarat mengikuti program beasiswa ke luar negeri yang menjadi program unggulan Pemprov NTB, saat ini semakin mudah. Jauh dari kata ribet sebagaimana syarat mengikuti program beasiswa luar negeri yang dilaksanakan pemerintah atau lembaga lain.

Adalah Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah (Doktor Zul) yang mempermudah syarat tersebut. Tujuannya, biar lebih banyak lagi putra – putri NTB yang bisa mengenyam pendidikan berkualitas di luar negeri.

Gubernur NTB, H Zulkieflimansyah (kacamata) berbicara dalam kegiatan Jumps Bang Zul – Umi Rohmi di pelataran Kantor Bupati KSB

Menanggapi pertanyaan masyarakat tentang program beasiswa luar negeri dalam acara Jumpa Bang Zul dan Ummi Rohmi yang dihelat di pelataran Graha Fitrah (kantor Bupati KSB), Jum’at pagi 8 Maret 2019, Doktor Zul menjelaskan, sehari setelah dilantik menjadi gubernur, puluhan pemuda NTB telah dikirim untuk belajar ke Polandia. Hingga sekarang sudah dua gelombang pengiriman dilaksanakan.

Tapi untuk batch (gelombang) ketiga Gubernur menyatakan strategynya dirubah. Supaya banyak yang berangkat, tidak lagi mempersyaratkan bahasa inggris secara ketat. Karena yang sebelumnya lolos batch pertama dan kedua betul-betul ketat. Rata-rata yang lulus (nilai) toeflenya 500, 600.

“Ikut program beasiswa apa saja mereka pasti lolos. Sedangkan ‘orang kita’ banyak yang jago orasi tapi tidak bisa bahasa inggris. Jadi syarat utamanya sekarang bukan bahasa inggris, yang penting nekat dan bersemangat,” ujar Doktor Zul yang didampingi Bupati KSB, HW Musyafirin dan sejumlah pejabat lainnya.

“Kalau nekat dan bersemangat ini menjadi syarat, mudah-mudahan dari KSB akan semakin banyak yang berangkat,” timpalnya.

Meski bahasa inggris tidak lagi menjadi syarat utama, tapi bukan berarti bahasa internasional itu akan diabaikan dalam persiapan program beasiswa. Doktor Zul menyatakan, kemampuan bahasa inggris peserta program akan dipersiapkan cukup lama oleh Pemprov dengan membangun rumah bahasa di setiap Kabupaten/kota.

“Nanti yang modal nekat dan bersemangat tadi akan diajarkan bahasa inggris sehingga ketika mereka diterjunkan ke luar negeri akan bisa survive disana,” jelasnya.

Di kesempatan tersebut Doktor Zul juga menegaskan program beasisa lokal (untuk mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi di Indonesia) tetap dilaksanakan.

“Beasiswa di lokal juga tetap kami perhatikan. Insya Allah tidak ada yang dikurangi,” timpalnya.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.