Operasional Puskesmas Sebotok Masih Terkendala Ijin

KabarNTB, Sumbawa – Meski pembangunan Puskesmas Sebotok sudah rampung, namun hingga kini belum dioperasikan untuk pelayanan kepada masyarakat.

Terkait kondisi itu, Kepala Dinas Kesehatan melalui Sekretaris Dikes Junaidi Apt Msi, mengatakan, puskesmas yang dihajatkan untuk pendekatan pelayanan kepada masyarakat Pulau Moyo Kecamatan Labuhan Badas dan sekitarnya itu belum bisa beroperasi lantaran persyaratan operasionalnya masih terkendala beberapa izin yang belum dimiliki yang saat ini masih dalam proses.

“Dalam mengurus izin operasional puskesmas salah satu persyaratan yang harus ada yakni izin mendirikan bangunan (IMB). Sedangkan untuk mendapatkan IMB sendiri, kita harus memiliki sertifikat. Nah sertifikat tersebut saat ini masih belum ada,” jelas Junaidi, kepada KabarNTB rabu 11 April 2018.

 

Ia mengakui, belum adanya izin operasional itu berimbas pada belum tersalurnya sejumlah perabotan seperti meja, kursi dan lemari yang sudah berada di Kantor Dinas Kesehatan. Termasuk untuk merekrut petugas jaga untuk menjaga perabotan di Puskesmas juga harus memiki izin operasional.

Bukan itu saja, pihaknya juga sudah menganggarkan pengadaan alat kesehatan melalui DAK tahun 2018. Pengadaan Alkes ini dilakukan secara bertahap dan juga diusulkan melalui APBD Perubahan dan DAK tahun 2019.

Sedangkan untuk tenaga kesehatan dan tenaga lainnya yang dibutuhkan di Puskesmas Sebotok, pihaknya sedang menginventarisir.

“Sebab untuk tenaga kesehatan tentu membutuhkan tenaga strategis yang wajib ada di dalam sebuah puskesmas diantaranya memiliki dokter umum, dokter gigi, bidan, tenaga gizi, tenaga imunisasi, tenaga farmasi, dan perawat.” ungkapnya.

Sementara itu Kepala Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sumbawa, Khairuddin M.Si, secara terpisah mengatakan, proses sertifikasi lahan Puskesmas Sebotok saat ini sudah berada di Badan Pertanahan. Dimana pihaknya telah mendaftar, mengukur serta membayar biayanya.

“Tim pertanahan sudah turun melakukan pengukuran. Karena sebelumnya lokasi tersebut terjadi beberapa klaim. Tapi setelah dikroscek dan dipadukan antara data pemilik dan data pembelian, ternyata tidak ada masalah, tidak ada tumpang tindih. Saat ini hanya menunggu terbitnya sertifikat yang sedang diproses di Badan Pertanahan,” jelasnya.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.