Pembangunan Smelter, Bupati Jamin Lahan Pengganti untuk Warga Otak Keris

KabarNTB, Sumbawa Barat – Bupati Sumbawa Barat yang juga Pembina Tim Percepatan Pembangunan Smelter, HW Musyafirin, mememberi jaminan dirinya akan menyiapkan lahan relokasi seperti yang disyaratkan oleh warga Otak Keris, Kecamatan Maluk, sebagai ganti lahan mereka yang dibebaskan untuk lokasi pembangunan smelter.

Bupati bahkan mengaku telah turun langsung mengecek sejumlah titik lahan yang direncanakan untuk relokasi, termasuk di Kecamatan Utan Sumbawa.

Sebagian warga Otak Keris sebelumnya memang enggan menerima uang tunai sebagai pengganti lahan mereka yang dibebaskan. Mereka meminta disiapkan lahan pengganti dan rumah untuk tempat tinggal.

Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin bersama Kepala Dusun Otak Keris Kecamatan Maluk menandatangani MoU pembebabasan lahan warga setempat untuk keperluan pembangunan smelter, 23 Agustus lalu

“Ya ganti lahan dan saya jamin. Kemarin saya bahkan pergi cek ke Utan. Lahannya ada. Kebetulan warga ini masa kecilnya di Utan, termasuk keluarganya banyak di Utan, jadi istilahnya mereka ingin pulang kampung. Yang terpenting dia sudah mau lokasinya,” ungkap HW Musyafirin, kepada KabarNTB, di Masjid Agung Darussalam Kompleks KTC, Rabu 4 September 2019.

Pada 23 Agustus lalu, Bupati sudah menandatangani MoU pembebasan lahan dengan warga Otak Keris yang diwakili kepala dusun setempat. Penandatanganan MoU itu sekaligus mengakhiri polemik dan proses yang cukup alot dalam pembebasan lahan seluah 160 hektar milik 44 KK warga dusun terkait yang akan menjadi lokasi inti pabrik smelter.

Ia juga menyatakan optimis proses pembebasan 850 hektar lahan yang akan menjadi lokasi pembangunan fasilitas pengolahan dan pemurnian hasil tambang dan industri ikutannya itu bisa tuntas akhir tahun 2019 ini.

“Ya, harus selesai. Kalau (Dusun) Otak Keris bulan ini mungkin selesai. Pembayaran (lahan milik warga) terus berjalan,” imbuhnya.

Setelah proses pembayaran lahan warga Otak Keris tuntas, sambungnya, tim akan melanjutkan pembebasan lahan yang masuk dalam wilayah sekitar Desa Benete, meski sebagian lahan di wilayah itu sudah ada yang tuntas pembebasannya.

“Kalau Benete relatif semua (pemilik lahan) mau. Dan itu bukan kawasan inti. Yang inti Otak Keris dan Bukit Damai,” ungkapnya.

Jika desain dan dokumen persyaratan lainnya sudah tuntas, Bupati mengatakan tahap konstruksi pembangunan smelter akan dimulai sekitar bulan April – Mei 2020.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.