‘Pemilihan Anggota BPD Rasa Pileg’ di Desa Labuhan Lalar

KabarNTB, Sumbawa Barat – Pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Labuhan Lalar Kecamatan Taliwang, layak disebut sebagai ‘Pemilihan BPD rasa Pileg’.

Betapa tidak, kekuatan konsolidasi partai politik peserta Pemilu sangat kental terasa dalam komposisi anggota BPD yang terpilih. Mereka boleh dibilang, adalah refresentasi masyarakat dari setiap dusun yang sekaligus menjadi gambaran kekuatan konstituen partai politik di dusun terkait.

Sejumlah warga setempat menyatakan, jika ingin melihat kekuatan setiap parpol di Labuhan Lalar, cukup dilihat dari hasil pemilihan anggota BPD. Apalagi proses pemilihan anggota BPD dari lima dusun di Labuhan Lalar dilaksanakan dalam masa kampanye terbuka Pemilu yang 10 hari lagi akan digelar.

Proses pemilihan terakhir dilaksanakan untuk anggota BPD yang akan mewakili warga Dusun Toroh pada Ahad sore 7 April 2019.

Untuk Dusun dengan jumlah penduduk terbesar di Desa Labuhan Lalar itu, ditetapkan dua kuota kursi BPD. Calon nomor urut 3, Zulkifli mengamankan kursi pertama setelah unggul dari tiga kandidat lainnya dengan perolehan suara 127.

Penghitungan suara pemilihan anggota BPD Labuhan Lalar perwakilan Dusun Toroh

Zulkifli didukung penuh oleh warga Dusun Toroh yang sekaligus merupakan simpatisan fanatik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sedangkan kursi BPD kedua untuk Dusun Toroh diamankan oleh Farhan AR dengan perolehan suara 112. Farhan didukung penuh oleh warga yang menjadi simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Tiga orang kandidat yang didukung warga simpatisan PPP sebelumnya juga sukses merebut kursi keterwakilan di tiga dusun yang pemilihannya telah dilaksanakan. Mereka adalah Ahyar sebagai perwakilan Dusun Muhajirin, Marsono perwakilan dari Dusun Wara A dan Kamaluddin sebagai perwakilan Dusun Bangsal.

Sedangkan warga simpatisan Partai Demokrat berhasil mengantarkan kandidat mereka, Farid Raharja menjadi anggota BPD perwakilan Dusun Wara B.

Satu orang kuota BPD Perempuan tidak dipilih secara voting. Tetapi ditetapkan dengan sistem skorsing oleh panitia pemilihan dari sejumlah kandidat yang diajukan masyarakat dari masing-masing dusun. Dari proses skoring tersebut terpilih Mastari.

Tokoh masyarakat Labuhan Lalar, Dedy Damhudi mengakui hasil dari proses pemilihan anggota BPD yang telah berlangsung merupakan gambaran kekuatan suara partai politik peserta Pemilu 2019 di Labuhan Lalar.

“Semua masyarakat dalam suatu dusun yang menjadi kontituen parpol tertentu pasti memilih calon yang sama. Tidak ada yang melenceng, karena ini sudah menjadi kesepakatan tidak tertulis seluruh warga,” ungkapnya.

“Jadi kalau ingin melihat kekuatan suara setiap parpol di Pemilu nanti di Labuhan Lalar, maka sudah tergambar jelas dari hasil pemilihan anggota BPD di lima dusun,” sebut Dedy.

Hal senada juga dikatakan A Salam HH, tokoh masyarakat Labuhan Lalar lainnya yang juga simpatisan PDI Perjuangan.

A Salam secara terang-terangan mengungkap strategi yang diterapkan dalam proses pemilihan anggota BPD Dusun Toroh. Ia mengaku sengaja membentuk ‘Koalisi Melon’ dengan kelompok warga simpatisan PPP.

Disebut Koalisi Melon berdasarkan warna kedua parpol dimaksud, yakni hijau untuk PPP dan merah untuk PDIP. Hasilnya, kekompakan koalisi melon ini berhasil menyingkirkan dua kandidat yang didukung oleh kelompok simpatisan partai Demokrat dalam pemilihan anggota BPD di Dusun Toroh.

“Strategi ini kami terapkan sejak beberapa hari sebelum pemilihan. Semua warga simpatisan PDIP sepakat mendukung satu calon. Demikian juga simpatisan PPP, mendukung calonnya sendiri, tidak ada yang meleset. Pendekatan keluarga juga kami terapkan sehingga ada warga simpatisan parpol lain yang mendukung calon kami. Alhamdulillah kita berhasil menang dalam pemilihan,” bebernya.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.