Proses Pembangunan Smelter Mulai Jalan, Bupati : Solusi untuk Pengangguran dan Ekonomi

KabarNTB, Sumbawa Barat – Rencana pembangunan smelter (fasilitas pengolahan dan pemurnian hasil tambang) di Kecamatan Maluk Sumbawa Barat (KSB) kembali mencuat pasca pembentunan tim percepatan oleh gubernur NTB.

Tim yang diketuai oleh Kepala Bappeda NTB dan beranggotakan BPN NTB, tim Apraisal, Dinas Tekhnis, Kepolisian dan perwakilan manajemen PTAMNT itu telah mulai bekerja.

Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin, mengatakan, keberadaan smelter dan industri ikutannya nanti akan menjadi solusi untuk menyerap angkatan kerja yang dari tahun ke tahun terus meningkat dan peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya di KSB.

Bupati Sumbawa Barat, HW Musyafirin

Menurutnya, akan sangat sulit bagi pemerintah untuk menuntaskan persoalan pengangguran jika tidak ada industri yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Selain itu, saat ini di KSB hanya ada industri (yang bersifat) eksploitasi, sementara industri pengolahan tidak ada.

Jadi azas manfaat dari ekploitasi sumber daya alam tidak bisa maksimal bagi masyarakat maupun pemerintah daerah.

“Keberadaan Semelter dan industri ikutannya nanti akan memaksimalkan manfaat bagi daerah dan masyarakat. Kalau berkembang, bukan tidak mungkin, Freeport dan perusahaan lain akan datang kesini (untuk pemurnian hasil tambang). Saat ini sudah ada kerjasama (PTAMNT) dengan PT Indotan untuk tembaga,” urai Bupati, kepada KabarNTB, di Masjid Agung Darussalam, KTC, Rabu 30 Januari 2019.

Terkait tim percepatan yang telah
dibentuk dengan SK Gubernur NTB, Bupati menjelaskan, tim dimaksud akan bekerja
mempersiapkan persyaratan teknis dan administrasi untuk mempercepat pembangunan
sehingga paling lambat tahun 2022 smelter sudah beroperasi.

“Misalnya mau mereka mau bangun, mereka harus punya Amdal, terkait lokasi, harus ada master plan. Ini sambil jalan, dari sisi perijinannya, mana bahan-bahan yang belum, kita fasilitasi. Intinya bagaimana mempercepat. Untuk perijinan yang ada kaitannya dengan pemda (KSB) sudah selesai semua,” jelasnya.

Smelter itu nantinya akan dibangunan
diatas lahan seluas 850 hektar. Bupati menyatakan Pemda KSB telah mencanangkan
lahan seluas 1.500 hektar di Wilayah Benete, kecamatan Maluk sebagai lokasi industri
besar. Lahan tersebut termasuk kawasan pemukiman masyarakat, pelabuhan Benete
dan lahan milik Pemerintah Daerah.

Saat ini Tim Apraisal, sudah mulai
turun ke lokasi untuk melakukan perhitungan 
nilai lahan sambil melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat. Bupati
mengakui, dalam konteks pembebasan lahan ini, sebagaimana pelaksanaan program
lainnya, kemungkinan untuk terjadinya dinamika di masyarakat pasti ada. Karena itu
ia meminta kesadaran masyarakat untuk mendukung proses yang saat ini berjalan
sampai smelter beroperasi kelak.

“Tantangan terberat kita membangunan
kesadaran masyarakat. Kita ingin semua pihak mendukung sebagai solusi untuk
tenaga kerja dan ekonomi,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam rapat tim percepatan yang dilaksanakan di Mataram pekan lalu, Bupati meminta tim lintas sektoral itu untuk menghindari jalan sendiri dalam bekerja. Karena kerjasama sangat dibutuhkan untuk mempercepat proses pembangunan sebagaimana yang ditargetkan.

Sementara Ketua Tim, M Ridwansyah,
menjelaskan, ada dua faktor percepatan pembangunan smelter. Pertama, amanat Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang
Minerba. Tahun 2021 perusahaan tambang harus tuntas melakukan konstruksi
Smelter dan tahun 2022 harus beroperasi aktif.

Kedua,
kehadiran Smelter akan berdampak luar biasa bagi NTB, khususnya KSB. Sebab,
selain Smelter, di kawasan tersebut akan dibangun pula industri pupuk,
industri semen dan industry pendukung lainnya.

“Akan
banyak putra-putri NTB yang diserap, dan secara ekonomis akan berdampak pula
bagi masyarakat NTB,” ujarnya.

Keberadaan smelter sebagai solusi untuk pengentasan masalah
pengangguran ini cukup beralasan. Berdasarkan data BPS, jumlah pengangguran di
KSB Tahun 2018 sebanyak 2.703 orang. Terdiri dari 1.007 orang laki-laki dan
1.696 orang perempuan.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.