Proyek Mantar yang Diprotes Keras Ketua MPC KSB Milik Dinas Pariwisata NTB

KabarNTB, Sumbawa Barat – Proyek pembangunan hall di site paralayang Desa Mantar, Kecamatan Poto Tano, Sumbawa Barat yang diprotes keras Ketua Mantar Paralayang Club (MPC), H Deden Zaedul Bahri, adalah proyek milik Dinas Pariwisata Provinsi NTB.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata KSB, IGB Sumbawanto, mengatakan, proyek tersebut adalah milik Dinas Pariwisata NTB yang dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Sesuai kesepakatan dengan Dinas Pariwisata Provinsi NTB, kata dia, bagunan yang akan dibangun adalah gazebo, seperti bentuk semula yang ada dilokasi tersebut.

“Sudah saya bell provinsi minta diperbaiki, jangan pakai dinding, sebab anginnya tidak los. Kesepakatan kita kan gazebo, sama seperti bangunan semula, saya bilang (ke Dispar NTB),” ungkap Sumbawanto, kepada KabarNTB, Sabtu sore 7 September 2019.

Dinas pariwisata Provinsi NTB, sambungnya, menyambut baik permintaan itu dan berjanji akan memanggil pihak pelaksana proyek untuk dilakukan perubahan.

Proyek pembangunan hall di site paralayang Desa Mantar, KSB yang diprotes keras Ketua MPC KSB

Terkait proses dari awal sampai dilaksanakannya pembangunan hall dimaksud, Sumbawanto menyatakan telah melalui prosedur, termasuk atas ijin pihak desa.

Ia menjelaskan, sebelumnya, banyak laporan dari masyarakat bahwa bangunan hall yang ada dilokasi paralayang Mantar kondisinya memprihatinkan.

“Sebelumnya kan banyak masuk WA bahwa bangunan itu (hall sebelumnya) sudah mau roboh. Sudah dimakan rayap, kaki-kakinya sudah mau roboh. Itulah kita usulkan ke provinsi. Kebetulan provinsi juga prihatin kan, akhirnya dimasukkan ke DAK provinsi,” urainya.

Sebelum pembangunan dimulai, sambungnya, pihak Dinas Pariwisata Provinsi NTB juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata KSB. Tim (dari Dispar NTB dan KSB) selanjutnya turun ke Mantar untuk mengecek lokasi, termasuk meminta ijin kepada pihak desa untuk pelaksanaan pembangunan hall dimaksud.

“Saya ikut turun bersama tim, Sudah ada ijin dari pihak desa. Sudah lengkap semua. Cuma bentuk bangunannya mungkin dipersoalkan, karena kondisi angin yang menyebabkan turbulensi. Saya sudah sampaikan ke provinsi untuk diperbaiki,” sebutnya.

Proyek pembangunan hall ini sempat menjadi topik bahasan panas para netizen Sumbawa Barat di media sosial. Sejumlah postingan di facebook terkait proyek tersebut ramai diserbu komentar dan saling balas komentar.

Selain mendukung protes yang disuarakan ketua MPC Deden Zaedul Bahri, para netizen ada juga yang bersikap sebaliknya. Mereka menyayangkan bahasa yang tidak etis yang digunakan Deden yang menyudutkan dinas pariwisata KSB. Padahal proyek tersebut milik Dinas Pariwisata NTB.

“Pak Deden yang baik. Untuk sanak ketahui bahwa kewenangan penganggaran dan pelaksanaan itu bukan hanya pada satu tingkatan. Kami sangat berharap sebagai orang terkait di Dinas Pariwisata untuk menyelenggarakan program kegiatan itu sebaik mungkin tapi dalam kasus ini penganggarannya dari DPA APBD Provinsi sehingga hak pembuatan perencanaan bukan dari Disbudpar KSB tapi Dispar provinsi NTB,” tulis salah akun @ajad sajadah.

“Ini saya sampaikan klarifikasi agar agar sanak tau bahwa program ini provinsi punya, bukan Disbudpar kabupaten,” tulisnya lagi.

Ia juga menyarankan agar Deden menggunakan bahasa yang baik agar bisa menjadi contoh budaya komunikasi yang santun.

Beberapa netizen lain juga menyarankan agar persoalan itu dibicarakan baik-baik dengan dinas terkait secara langsung.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.