PSB Kritik Pernyataan NR Soal Caleg Incumbent

KabarNTB, Sumbawa – Pernyataan Nurdin Ranggabarani (NR) terkait alat peraga kampanye Caleg (Calon Legislatif) incumbent yang bertebaran dan bagi kursi serta cat ditanggapi Ketua Pemuda Sumbawa Bersatu (PSB) So’ud.

Dalam pernyataan tertulis yang diterima redaksi, Senin 4 Februari 2019, So’ud, menilai pernyataan NR tidak mendidik bagi generasi muda, seolah- olah menunjukkan sikap arogansi politik dan menimbulkan kesan negatif terhadap etika berkampanye.

Ketua PSB, Soud

“Seharusnya pernyataan seperti itu tidak diucapkan politisi hebat tersebut, sebab kesannya seolah- olah menyerang figure tertentu apalagi menyebut incumbent,” ujarnya.

Namun demikian, Soud menilai pernyataan tersebut lebih mencerminkan ketakutan seorang caleg untuk bersaing dengan incumbent.

“Sebab incumbent, sebut saja salah satunya H Muhammad Syafruddin dari PAN mampu mendapat tempat di hati masyarakat di pulau Sumbawa karena bekerja nyata dan merakyat,” ungkap So’ud.

Soal bagi-bagi cat dan kursi, sambung Soud, itu adalah bumbu. Bagi kursi itu merupakan kebutuhan nyata masyarakat.

“Azas manfaatnya juga kita rasakan dan dari 1.135 desa se NTB HMS telah berhasil mengelilingi 885 desa/kelurahan se NTB terdiri dari semua Desa se Pulau Sumbawa, juga Kab Lombok Barat dan Lombok Utara serta sebagian Lombok Tengah, Lombok Timur dan Kota Mataram,”.

Soud meminta agar kampanye dilaksanakan dengan elegan tanpa menyudutkan caleg lain, sebab pernyataan tersebut memberikan contoh berpikir terbalik dan sudah tidak layak lagi digunakan.

“Itu cara lama, mending pilih saya, dukung saya, doakan saya, janjikan masyarakat, meski nanti janjinya ditepati atau tidak setelah naik, atau kalau tidak naik bersabarlah, kompetisi lagi Pileg berikutnya,” kata Soud.

“Satu lagi jangan membandingkan orang dengan satu sisi saja. Namun lihat juga sisi lain, kemampuan FH (Fahri Hamzah) tidak bisa diikuti oleh orang lain, namun kemampuan orang lain tidak bisa juga diikuti oleh FH. Mereka punya cara masing- masinglah untuk menunjukkan eksistensinya ditengah- tengah masyarakat, ada yang sadar camera, ada yang bekerja, ada yang kedua- duanya, bahkan ada juga yang lain dan itu sah- sah saja,” tutupnya.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.