Rabies Mengintai, Kasus Gigitan Anjing di KSB Meningkat

KabarNTB, Sumbawa Barat – Ditengah kasus penyakit rabies (anjing gila) yang terus meresahkan masyarakat, kasus gigitan anjing di Kabupaten Sumbawa Barat, sepanjang januari – hingga februari ini justeru meningkat.

Berdasarkan data pada Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan KSB, sampai dengan 25 Februari 2019, telah terjadi sebanyak 9 kasus gigitan anjing. Kasus terbanyak, justeru terjadi di Bulan Februari ini.

Kabid P2P, HM Yusfi Khalid, kepada KabarNTB, Senin 25 Februari, mengatakan kasus gigitan anjing yang merupakan salah satu Hewan Pembawa Rabies (HPR), terakhir terjadi pada tanggal 19 februari lalu.

“Sampai hari ini sudah terjadi 9 kasus gigitan anjing. Di Taliwang 3 kasus, Poto Tano 4 kasus, Maluk 2 kasus. Di bulan September 2018 terjadi 1 kasus. Sementara 8 Kasus lain terjadi di bulan januari hingga februari. Terbanyak terjadi antara tanggal 16 – 19 Februari,” ungkap HM Yusfi.

Ilustrasi (net)

Ia menyatakan, jika dilihat dari jumlahnya, kasus gigitan anjing ini tergolong tinggi. Namun ia memperkirakan tingginya angka laporan kasus gigitan anjing ini justeru karena masyarakat khawatir akibat isu rabies yang terus menjadi perbincangan. Apalagi penyakit ini telah menimbulkan korban jiwa di Kabupaten Dompu dan telah masuk ke kabupaten Sumbawa yang berbatasan langsung dengan KSB.
“Karena isunya marak, orang lebih waspada dan langsung ke puskesmas. Padahal sebelumnya kasus gigitan anjing ini juga banyak terjadi, lalu masyarakat mengobati dengan obat tradisional dan sembuh,” sebutnya.

Terkait kasus gigitan anjing yang terjadi, HM Yusfi memastikan seluruh korban telah ditangani dan diberikan vaksi anti rabies. Seluruh korban tersebut juga hanya menjalani pengobatan jalan (tidak ada yang rawat inap). Tetapi mereka tetap dipantau oleh Dikes karena masa Inkubasi penyakit rabies bisa dalam waktu satu minggu, satu bulan bahkan hingga dua tahun.

“Sementara HPRnya (anjing yang menggigit) dipantau dan diobservasi oleh Disnak (Dinas pertanian perkebunan dan peternakan). Kepastian mengenai positif rabies atau tidak bisa diketahui dari kondisi anjing yang menggigit. Kalau mati dalam waktu satu minggu hingga 14 hari berarti positif rabies. Tetapi dari kasus-kasus yang dilaporkan tidak ada yang menunjukkan gejala kearah rabies,” bebernya.

Meski demikian, HM Yusfi meminta masyarakat tetap waspada dan sedapat mungkin mengenali anjing atau HPR lain (kucing, kera) yang menderita rabies. Hewan yang terkena penyakit tersebut, kata Dia, akan menunjukkan ciri-ciri tidak berani (takut) terkena cahaya, takut air, air liur berlebihan. Anjing rabies juga cenderung lebih agresif dan akan langsung menyerang ketika melihat atau berpapasan dengan manusia.

“Anjing rabies agresif, selalu lari, menghindari cahaya dan selalu menggigit. Setiap Ketemu orang pasti digigit,” imbuhnya.

Sementara bagi masyarakat yang terkena gigitan anjing, langkah penanganan pertama yang perlu dilakukan adalah segera mencuci bekas luka gigitan dengan air mengalir selama 15 menit dan menggunakan deterjen. Saat mencuci luka, perlu diperhatikan agar digosok searah, jangan digosok tidak beraturan, karena virus rabies berpotensi akan masuk lebih banyak kedalam aliran darah.

Dikes, juga intens berkoordinasi dengan Dinas Peternakan KSB yang bertanggungjawab dalam penanganan HPR dilapangan. “Gerak cepat dari peternakan mesti dilakukan. Anjing atau HPR lain yang liar segera dieleminasi dan yang dipelihara agar divaksin, untuk meminimalisir segala kemungkinan,” imbuhnya.

Selain para korban gigitan anjing, petugas dari Dinas peternakan yang bekerja mengeliminasi HPR dan petugas kesehatan yang merawat pasien korban gigitan anjing juga diberikan vaksin. Pemberian vaksin kepada para petugas ini penting karena rabies juga bisa menular dari manusia ke manusia, lewat transfusi darah atau terpapar cairan tubuh penderita rabies.

“Vaksin kami siap. 60 vial sedang dalam proses pengiriman. Kita juga menyiapkan stok vaksin di Poto Tano dan Maluk untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu dibutuhkan,” demikian HM Yusfi Khalid.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.