Ramadhan di Tambang Batu Hijau ; Dari Takjil, Shift Kerja hingga Berburu Pahala

Melaksanakan rangkaian ibadah dan kegiatan lainnya selama Ramadhan bersama keluarga di rumah, tentu menjadi momentum yang sangat dinantika setiap Muslim. Namun tidak semua orang bisa merasakan penuh momentum itu. Ada sebagian orang, yang karena tugas dan tanggungjawabnya mesti rela melewati momentum Ramadhan di lingkungan kerja mereka. Ada pula yang harus rela jauh dari orang-orang terdekat mereka.

Kondisi ini pula yang dialami para karyawan di tambang Batu Hijau, Kecamatan Sekongkang, Sumbawa Barat.

***

Pukul 15.35 WITA, Selasa 14 Mei 2019, suasana di sekitar Camp 2100 tampak sepi karena para penghuninya masih sibuk dengan aktivitas kerja mereka masing-masing. Sebagian sudah berangkat menuju pit, pabrik pengolahan tambang PT Amman Mineral Nusa Tenggara (Amman Mineral) untuk menjalani shift mereka.

Sementara karyawan shift pagi masih belum kembali dari tempat kerja. Ya, tambang Batu Hijau memang beroperasi selama 24 jam dan di waktu seperti ini hanya beberapa karyawan yang tampak dan masih fokus menyelesaikan tugasnya di sekitar Camp 2100, Townsite, Sekongkang.

Namun bukan berarti suasana Ramadhan di tambang emas dan tembaga itu tidak semarak. Di sekitar area Townsite terlihat para istri karyawan bersama dengan anak-anak mereka asik melihat-lihat aneka takjil yang dijajakan di lokasi bazar Ramadhan.

Buka Puasa: Karyawan Amman Mineral, aliansi dan mitra bisnis menikmati hidangan takjil di Masjid Miftahul Jannah Townsite.

Kegiatan bazar dikoordinir oleh para istri karyawan yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Karyawan Amman Mineral Nusa Tenggara (IKANURA) dan Women in Mining Batu Hijau (WIMB). Setiap stand menjual takjil dan menu yang berbeda, mulai dari makanan lokal khas seperti ‘Singang’ dan ‘Sepat’, juga aneka jenis makanan dari berbagai penjuru nusantara.

Para ibu dibantu anak-anak mereka sibuk mengatur dan menata makanan yang mereka jual sambil sesekali menawarkan takjil kepada para pengunjung.

Yayuk Mindartini (45) dari WIMBH sibuk melayani pembeli hari itu.

“Ayo Bang, bu dan adik mampir ke stand kami, ada cendol, kolak, sate mujair, dan singang hari ini!,” ujarnya, sembari sibuk membungkus takjil untuk salah seorang pembeli.

Yayuk menceritakan menu yang dijualnya selalu berubah setiap harinya.

Bazaar: Salah satu stand di Bazaar Ramadhan Townsite AMNT yang menawarkan beragam takjil buka puasa dari berbagai daerah

“Setiap jam delapan pagi menu takjil yang akan dijual di hari itu sudah diinformasikan melalui group Whatsapp para ibu-ibu IKANURA dan karyawan, sebagai referensi bagi mereka yang akan datang berkunjung dan membeli aneka hidangan buka puasa,” katanya.

Meski selama bulan Ramadhan sibuk dengan aktifitas di bazar, Yayuk yang bertanggung jawab di Departemen Transportasi, mengaku pekerjaan utamanya tetap bisa berjalan dengan baik seperti hari biasa.

“Saat awal-awal puasa kondisi fisik memang sedikit lemas karena tubuh kita menyesuaikan dengan pola makan dan pola tidur yang berubah,” ucapnya.

“Apabila kondisi dirasakan mulai sedikit menurun kita bisa istirahat atau diskusi dengan teman sebentar. Setelah kembali segar kita bisa melanjutkan aktivitas kembali. Disamping itu tips menjaga kesehatan selama berpuasa yang disampaikan oleh perusahaan juga sangat membantu saya dalam menjalankan aktivitas kerja selama Ramadhan ini,” jelas Yayuk.

Sementara Gufran Khomaeni, yang bertugas di Departemen Proses menyampaikan, bahwa bekerja saat Ramadhan tidak terlalu berbeda dengan hari biasanya. Menurutnya, yang terpenting adalah memperhatikan nutrisi dan gizi dari makanan yang dikonsumsi termasuk minum air putih yang cukup.

“Saat berbuka dan makan sahur harus diperhatikan juga apa yang kita makan. Selain itu, makan di waktu yang tepat juga penting supaya kita cukup waktu untuk istirahat. Di bulan Ramadhan ada ibadah sholat Tarawih yang kita laksanakan di malam harinya, pastikan kita mengatur waktu supaya waktu istirahat dan tidur tetap cukup meskipun harus bangun untuk makan sahur,” ujarnya memberi tips.

“Justru dengan puasa kita bisa lebih disiplin dalam mengatur waktu terutama dalam mendukung aktivitas bekerja sehari-hari,” tambah Gufran.

Ramadhan merupakan bulan yang penuh rahmat, barokah dan ampunan dari Allah SWT. Para karyawan Amman Mineral pun tidak melewatkan kesempatan untuk berlomba-lomba dalam beribadah karena hanya pada bulan inilah segala kebaikan diganjar dengan pahala yang berlipat ganda.

Masjid Miftahul Jannah di Townsite pun setiap hari ramai dikunjungi para karyawan yang ingin melaksanakan sholat wajib berjamaah dan ibadah sholat Taraweh.

M Ikhwan, karyawan Amman Mineral di Departemen Managemen Rantai Pasokan yang juga pengurus Yayasan Muslim Batu Hijau (YMBH) mengatakan, pengurus telah menyusun agenda kegiatan Ramadhan sejak jauh-jauh hari untuk membantu karyawan muslimin untuk dapat melaksanakan ibadah Ramadhan secara lebih optimal.

Selamat berpuasa..(*)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.