Sempat Diamuk Massa, Remaja Pelaku Curanmor Ditangkap

KabarNTB, Mataram – Tim gabungan Resmob 701 Polres Mataram dan Opsnal Polsek Ampenan menangkap seorang remaja pelaku kasus pencurian sepeda motor pada Kamis 08 Februari 2018.

Pelaku berinisial AR (17) ditangkap sekitar pukul 14.00 wita di Lingkungan Pande Mas Sekarbela, Kelurahan Karang Pule Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Pelaku juga sempat menjadi sasaran kemarahan warga yang emosi akibat prilakunya.

Penangkapan terhadap AR berdasarkan laporan polisi dengan nomor LP / K / 22.b / II / 2018 / NTB / Res Mataram / Polsek Ampenan, tanggal 05 Februari 2018. TKP di Lingkungan Sekarbela Mas Mutiara Kelurahan Karang Pule dan korban atas nama Farid Wajdi (41) warga setempat yang kehilangan sepeda motor di halaman Rumahnya.

Selanjutnya, laporan polisi dengan nomor LP/K/10/I/2018/Polsek Pagutan, tanggal 18 Januari 2018 dengan TKP : Lingkungan Gubug Mamben Kelurahan Pagesangan Barat Kecamatan Mataram Kota Mataram.

Pelaku AR setelah berhasil diamankan rim Resmob 701

“Tim berhasil menyita barang bukti 1 Unit sepeda motor Vario Warna Merah Hitam DR 2633 BC dan barang yang dibeli dari hasil Curanmor yakni 1 Unit HP Android Merk LG warna Gold,” ujar Kapolres Kota Mataram, AKBP Muhammad S.Ik.

Pelaku AR, jelas Kapolres, telah melakukan aksinya pada dua dua kali di dua TKP sebelum ditangkap. Pertama Pelaku mengambil Sepeda Motor Honda Vario Techno 125, DR 3261 CL yang terpakir dalam keadaan kunci kontak masih nyantol. Selain itu, pelaku juga membawa kabur 1 buah tas warna pink yang disimpan oleh korban di dalam bagasi motornya yang berisi antara lain 1 buah dompet warna pink, uang tunai Rp 7 juta, 2 buah cincin emas dan surat-surat.

Di TKP kedua, pelaku mengambil Sepeda Motor Honda Vario warna hitam merah Nopol DR 2633 BC yang diparkir di TKP dalam kedaan terkunci setang. Pada saat kejadian, korban sedang istirahat tidur dan pada pagi hari mengetahui sepeda motornya sudah tidak ada di parkiran.

Menurut Kapolres, pelaku sangat lihai bersembunyi dan sempat digrebek tim Resmob 701di daerah Kuranyi Lombok Barat, namun pelaku berhasil meloloskan diri. Kemudian pada Kamis sekitar pukul 14.00 wita, Tim Resmob 701 mendapat informasi dari masyarakat bahwa pelaku sudah pulang ke rumahnya. Bersama Opsnal Polsek Ampenan langsung melakukan penggrebekan.

Rupanya, penggerebekan tersebut diketahui oleh warga Sekarbela sehingga warga ramai berdatangan ke rumah pelaku dan terjadi amukan masa karena warga sangat emosi terhadap pelaku.

“Beruntung, situasi dapat dinormalisir dengan memberikan pemahaman kepada warga agar tidak main hakim sendiri dan menyerahkan kepada pihak kepolisian,” jelas Kapolres.

Setelah situasi mulai mereda, pelaku Razak berhasil ditangkap dan dievakuasi ke Mako Polres Mataram. Ia mengalami luka-luka pada mulut, badan, kaki dan tangan akibat amukan massa.

Dari hasil interogasi, pelaku mengakui semua perbuatannya. Sepeda Motor milik korban telah dijual di daerah Sekotong Lombok Barat kepada pelaku berinisial DG yang kini Dalam Pengejaran dengan harga Rp. 2,2 juta. Sedangkan Tas, Dompet dan Surat-Surat milik korban dibuang oleh pelaku di Jurang Grepek Sekotong Lombok Barat.

“Sementara 2 buah cincin emas mengaku dijual kepada seseorang yang tidak dikenalnya berlokasi di Gerung Lombok Barat dengan harga Rp. 1,5 juta. Uang hasil Curanmor, jual cincin emas dan uang 7 Juta milik korban, telah habis digunakan untuk berpesta sabu-sabu bersama teman-temannya dan membeli 1 Unit HP Merk LG dengan harga Rp. 800 ribu dan membeli semir rambut,” demikian Kapolres Mataram.(JM)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.