Spiritualitas dan Optimisme, Kiat dari TGB untuk Hadapi Revolusi Industri

KabarNTB, Serang – Spiritualitas dan optimisme merupakan modal dasar yang harus ada dalam diri setiap anak bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan dan perubahan zaman, termasuk revolusi industri.

Kiat itu disampaikan Tuan Guru Bajang (TGB), TGH M Zainul Majdi, ulama yang juga Gubernur NTB dalam kuliah umum dengan tema “Daya Saing Bangsa di Era Revolusi Industry 4.0, di Universitas Serang Raya, Kota Serang, Banten, Jumat pagi 4 Mei 2018.

TGB menjelaskan, spiritualitas adalah karakter dari manusia nusantara. Spiritualitas ini sama dengan religiusitas, yang berarti dalam diri tiap-tiap manusia, terdapat kesadaran bahwa dirinya adalah mahluk Allah dan bahwa kekuatan utama dalam melaksanakan semua transformasi sosial adalah kekuatan dari allah SWT.

“Spiritualitas yang terbangun dan selalu terjaga ini, kemudian akan memunculkan rasa optimisme,” ujarnya.

TGB M. Zainul Majdi saat diwawancarai wartawan usai menyampaikan kuliah umum di Unsera

Di hadapan seluruh civitas akademika Unsera Banten, TGB mengungkapkan kesadaran akan pentingnya spiritualitas dalam membangun sebuah peradaban telah ada pada diri para pendiri bangsa. Hal itu tercermin saat perumusan Pancasila, saat Ketuhanan Yang Maha Esa diletakkan dalam sila yang pertama.

Jika ingin membangun Indonesia, lanjutnya, maka harus dibangun dulu spiritualnya. Dengan keyakinan dan menyerahkan semuanya kepada yang Maha Kuasa, TGB yakin akan memunculkan sikap optimis bahwa kita mampu menghadapi kehidupan dan perubahan apapun itu.

Di samping kedua unsur tersebut, hal lain yang harus disiapkan agar dapat survive pada era revolusi industri adalah kesiapan dan kemampuan membangun jejaring seluas-luasnya, termasuk upaya menciptakan tradisi kerja bersama.

Demikian juga kemampuan dalam memahami data, teknologi dan kemampuan membangun hubungan sosial yang baik, yang disebutnya sebagai literasi kolektif.

“Kalau kita punya literasi yang memadai maka kita akan paham terhadap apa yang terjadi di sekitar kita, termasuk paham akan perubahan sosial dan perkembangan ekonomi dunia,” jelas TGB.

Maka dari itu, demi menyongsong revolusi industri yang sudah ada di depan mata, anak bangsa, kata TGB, juga harus memiliki sikap-sikap baik seperti kedisiplinan, jujur, dan berintegritas. Sikap-sikap dan karakter baik itulah yang diyakininya bisa menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang berperan aktif dalam era ini.

”Jika kita punya ilmu yang banyak, kesiapan mental yang kuat, maka kita akan bisa bertahan dalam era revolusi industri ini,” tegasnya.(By/*)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.