Sumur Bor Bantuan Kementerian ESDM RI Diresmikan

KabarNTB, Sumbawa — Sumur bor bantuan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (Kemen ESDM) Tahun Anggaran 2018 di Kabupaten Sumbawa dan Sumbawa Barat sebanyak 9 titik, diresmikan pada Jum’at 1 Februari 2019 di Lapangan Desa Lopok Kecamatan Lopok Kabupaten Sumbawa.

Peresmian ditandai dengan pembukaan kran air oleh Inspektur V kementerian ESDM.

Dalam peresmian tersebut, Kepala Pusat Litbang Teknologi Mineral dan Batu Barat, Hermansyah, menyampaikan bahwa Kementerian ESDM RI telah memberikan bantuan sebanyak 506 sumur bor sepanjang tahun 2018, dan untuk daerah NTB diantaranya kabupaten Sumbawa dan KSB terdapat 9 sumur bantuan.

” Hari ini diresmikan secara simbolis di Desa Lopok. Adapun desa lainnya yang menerima bantuan selain Desa Lopok adalah Desa Gapit, desa Labuhan Badas, Desa Lape/Dete, Desa Semamung, Desa Selante, Desa Kiantar Kabupaten Sumbawa Barat masing-masing sebanyak 1 unit, dan Desa pernek sebanyak 2 unit,” ungkapnya.

Kapuslitbang berharap masyarakat sekitar untuk dapat menjaga dan merawat bantuan sumur bor air bersih ini dengan baik dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan, dan ke depannya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Sumbawa H. Muhammad Ikhsan, menyampaikan bahwa, pasokan air bersih memiliki peran yang sangat penting dalam memperbaiki kondisi lingkungan maupun kesehatan masyarakat, mengurangi jumlah penderita penyakit, dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas atau tingkat kehidupan dari masyarakat.

Sejauh ini, pasokan untuk air bersih ke masyarakat masih sering menghadapi beberapa masalah yang kompleks dan belum bisa diatasi sepenuhnya. walaupun Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya air bersih, bahkan enam persen pasokan air dunia berasal dari Indonesia. Namun pada kenyataannya di beberapa kota di Indonesia masih sering terjadi krisis air bersih.

Berdasarkan penelitian dari konsultan air dan sanitasi Bank Dunia, ada lebih dari 100.000 bayi yang meninggal dunia setiap tahun di Indonesia disebabkan oleh penyakit diare serta penyakit infeksi saluran pernapasan akut. Yang tidak lain penyebab utamanya adalah kurangnya akses sanitasi dan air minum bersih. Masalah sanitasi dan pengolahan air adalah masalah yang sering dihadapi oleh pemerintah dan masyarakat.

Pemerintah dalam hal ini mengajak seluruh komponen masyarakat Kabupaten Sumbawa, untuk peduli terhadap lingkungan dengan menjaga kebersihan, tidak membuang limbah atau sampah ke sungai, melakukan upaya penghijauan dan tidak melakukan perambahan hutan, serta yang tidak kalah penting adalah jangan boros terhadap penggunaan air bersih. (JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.