Tunggakan BPJS 6 Miliyar Lebih, Komisi IV Khawatir Pengaruhi Pelayanan

KabarNTB, Sumbawa – Ternyata bukan hanya di RSUD Asy Syfa Kabupaten Sumbawa Barat, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan juga menunggak pembayaran klaim kepada RSUD Sumbawa.

Bahkan nilai tunggakan BPJS Kesehatan ke RSUD Sumbawa jauh lebih besar, mencapai Rp 6 miliyar lebih.

Menaggapi permasalahan itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa Akhmadul Kosasi, meminta pihak terkait untuk segera membahas dan menyelesaikan permasalahan tunggakan itu.

Akhmadul Kosasi, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sumbawa

“Ini penting lantaran dikhawatirkan akan berimbas pada pelayanan kesehatan bagi pemegang kartu BPJS,” ujar Akhmadul Kosasi, kepada KabarNTB, Senin 21 Januari 2019.

Menurutnya, berdasarkan pemberitaan media, hutang BPJS kepada RSUD Sumbawa untuk bulan Oktober dan November 2018 mencapa Rp 6 Milyar lebih. Jumlah itu belum termasuk bulan Desember 2018.

“Bisa-bisa lebih dari Rp 9 milliar. Sedangkan yang terhitung dua bulan saja, diatas Rp 6 milliar. Kita minta ini serius diselesaikan,” kata politisi Golkar itu.

Ia menegaskan, persoalan tunggakan tersebut, bukanlah persoalan sepele, sebab ini berkaitan dengan hajat hidup masyarakat terutama dalam hal mendapatkan pelayanan kesehatan. Keberadaan tunggakan tersebut, memungkinkan terjadinya gangguan terhadap pelayanan RSUD Sumbawa.

“Dan saya khawatirkan juga jika ini dibiarkan berlarut akan terjadi kasus-kasus yang sama seperti rumah sakit lainnya yang telah memutuskan kontrak kerjasama dengan BPJS,” imbuhnya.

“Jangan sampai ada tunggakan lagi, karena APBD sudah kita ketuk, jumlah anggarannya mungkin sudah ada tertuang disana,” tegas Akhmadul.

Ia berharap, tunggakan tersebut tidak berimbas terhadap pelayanan rumah sakit terlebih pasien pengguna BPJS. Dan semua pihak tidak menginginkan nantinya ada komplain antara keluarga pasien dengan rumah sakitnya lantaran ada permasalahan ini.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.