Tuntut Kontribusi Maksimal PTAMNT, Warga Tiga Kecamatan Selatan Sumbawa Bentuk FKSB

KabarNTB, Sumbawa – Masyarakat di tiga kecamatan wilayah selatan Sumbawa sepakat membentuk Forum Komunikasi Selatan Barat (FKSB) sebagai bentuk protes terhadap aktifitas PT Amman Mineral Nusa Tenggara (PTAMNT) di wilayah itu.

Tiga kecamatan dimaksud adalah Kecamatan Lenangguar, Orong Telu dan Lunyuk. Perwakilan dari tiga kecamatan ini menggelar pertemuan sekaligus mendeklarasikan keberadaan FKSB, pada Rabu 2 Oktober 2019 di balai Desa Lenangguar. Camat Lenangguar dan para Kepala Desa turut hadir dalam deklarasi itu.

Ketua penyelenggara deklarasi, Akhmad Yani, didampingi sekretaris FKSB, Maman Sukriman Jaya, menyatakan pembentukan FKSB karena masyarakat di tiga desa dimaksud merasa dianak tirikan PTAMNT. Padahal tiga kecamatan ini masuk sebagai wilayah sentral operasi PTAMNT di Elang Dodo.

Menurut mereka, pola yang dilakukan PTAMNT telah menimbulkan ketimpangan sosial yang dirasakan masyarakat masyarakat di tiga kecamatan tersebut. Dengan lahirnya FKSB, para pemuda dari tiga kecamatan ingin menjadi bagian dari PT AMNT secara mandiri. Tujuannya agar masyarakat setempat bisa secara langsung merasakan dampak ekonomi yang berkesinambungan.

Para pemuda dari tiga kecamatan wilayah selatan melakukan aksi di kegiatan deklarasi FKSB

“Keberadaan PT AMNT harus mampu memberikan kontribusi nyata bagi kesejateraan masyarakat di wilayah Selatan Barat,” tegas Akhmad Yani.

Seratusan pemuda yang hadir dalam deklarasi meminta pemerintah desa di tiga kecamatan agar mengakomodir keinginan masyarakat untuk mendapatkan pelatihan peningkatan skill, agar kedepan mereka menjadi calon pekerja yang terampil dan berkompeten.

Zukri Rahmat korlap aksi, menyebut point lain dalam peryataan sikap FKSB. Antara lain, PTAMNT wajib menyetujui FKSB sebagai representasi wilayah selatan barat yang dapat menjadi rumah aspirasi serta memiliki andil dalam penyelesaian masalah sosial bersama AMNT. Pihak AMNT juga diminta memaksimalkan bantuan social untuk pemberdayaan masyarakat.

“Perlu evaluasi perekrutan oleh seluruh perusahaan pemenang tender, sub kontraktor maupun yang dilakukan langsung oleh AMNT. Karena sampai saat ini jumlah tenaga kerja dari wilayah Selatan Barat sangat minim, Perekrutan tenaga kerja lebih transparan dan Kami minta agar adanya pemerataan pemberdayaan terhadap pengusaha lokal,” sebutnya.

Kades Lenangguar, Asraruddin mengapreasi terbentuknya FKSB. Dia juga mendukung semua aspirasi yang disampaikan. “Kedepan memang perlu ada perbaikan system di PTAMNT, khususnya terkait perekrutan tenaga kerja maupun transparansi pemberdayaan masyarakat,” ucapnya. (JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.