Wagub : Pembangunan Butuh Sinergitas

KabarNTB, Lombok Tengah – Wakil Gubernur NTB, Hj Siti Rohmi Djalillah, menegaskan dalam proses pembangunan setiap komponen tidak bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan sinergi.

“Walaupun kita hebat, tidak ada artinya kalau kehebatan itu hanya bersifat individu,” ujarnya, saat menghadiri Penandatanganan Kontrak Kerja Tenaga Pendamping Profesional P3MD (Tenaga Ahli, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa dan Operator Komputer Kabupaten) Tahun Anggaran 2019 di Pendopo Wakil Bupati Lombok Tengah, Rabu 30 Januari 2019.

Wagub NTB menyampaikan, kabupaten Lombok Tengah berkontribusi besar dalam penurunan angka kemiskinan di NTB. Tahun 2018 angka kemiskinan NTB turun menjadi 14,83 persen. Karena itu, Hj. Rohmi mengucapkan terima kasih dan selamat kepada Bupati Lombok Tengah dan seluruh jajarannya atas penurunan angka kemiskinan yang telah diraih.

Wakil Gubernur NTB, Hj Siti Rohmi Djalillah

Menurut Hj Rohmi, pada dasarnya pembangunan di NTB sudah pada jalur yang benar, begitu pula dengan kabupaten Lombok Tengah. Pembangunan proyek Nasional yang ada sudah diimbangi dengan program yang baik di kabupaten.

Untuk meningkatkan pembangunan tersebut, Kepala Desa dan tenaga ahli pendamping yang hadir saat ini nantinya akan menjadi ujung tombak program kerja Gubernur dan Wakil Gubernur. Karena itu, Wagub mengungkapkan pentingnya sinergi antar semua pihak.

“Seperti diketahui, dana desa dikucurkan untuk memajukan sebuah desa. Dengan demikian, Dari tingkat Presiden sampai Kepala Desa harus berjuang bersama,” ucapnya.

Wagub menambahkan, program di Desa tidak hanya bicara infrastruktur saja tapi harus mengingat pembangunan SDM, lingkungan, kesehatan dan kesejahteraan. Empat hal ini harus betul-betul diperhatikan.

“Dana besar jika tidak dikelola dengan baik, tidak ada artinya, maka dari itu SDM nya harus baik juga,” tambah Wagub.

Hj Rohmi juga berpesan agar selalu memanfaatkan teknologi, serta bagaimana membuat masyarakat sadar bahwa apa yang dilakukan adalah untuk lingkungannya.

“Percuma desanya bagus tapi masyarakatnya sakit-sakit, kita lakukan revitalisasi posyandu, yakinkan kader untuk bekerja dan diberikan insentif yang cukup”, tambahnya.

Wakil Bupati Lombok Tengah Lalu Pathul Bahri menyampaikan, meningkatnya dana desa yang diterima tahun ini dapat dimaknai sebagai peningkatan tugas dan pengabdian aparatur desa bagi masyarakat.
“Atas nama masyarakat kabupaten lombok tengah kami sampaikan apresiasi kepada Wagub NTB atas kedatangannya”, ucapnya.

Sementara Kadis PMPD Dukcapil Provinsi NTB, Azhari mengatakan , melalui nawacita ketiga Presiden RI yakni membangun dari pinggiran, hal ini membutuhkan sinergi yang baik, dari perencanaan sampai evaluasi.

Tahun 2019, jumlah Dana Desa (DD) yang diterima Provinsi Nusa Tenggara Barat melalui dana transfer daerah mencapai Rp 1 triliun lebih, lebih besar dari tahun 2018 yang hanya mencapai 980 miliar.

Peningkatan tersebut diharapkan bisa semakin mendorong geliat pembangunan daerah pedesaan di NTB, khususnya bidang pertanian.(VR/*)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.