Waspada! Rabies Sudah Masuk Sumbawa, Satu Orang Positif

KabarNTB, Sumbawa – Seorang wanita di Desa Labuhan Jamu kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa dinyatakan positif menderita Rabies (penyakit anjing gila).

Hasil penyelidikan yang dilakukan Dinas Kesehatan Sumbawa, wanita berusia 51 tahun tersebut, beberapa waktu lalu telah digigit seekor anjing. Anjing merupakan salah satu Hewan Penular Rabies (HPR).

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, Surya Darmansyah mengungkapkan, awalnya pihaknya menerima informasi terkait adanya gigitan HPR terhadap seorang warga Desa Labuhan Jamu.

ilustrasi

Yang bersangkutan kemudian ditangani oleh petugas Puskesmas dan selanjutnya diberikan vaksin secara rutin. Dalam kasus ini pihaknya juga berkoordinasi dengan pihak Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Kabupaten Sumbawa.

“Hewan tersebut telah dieliminasi (dibunuh,red) oleh petugas Poskeswan dan diambil otaknya lalu dikirim ke Laboratorium kehewanan di Denpasar. kemarin kami dapat informasi hewan yang menggigit itu positif rabies. Dengan demikian kita pastikan bahwa yang bersangkutan juga positif rabies,” ujar Surya Darmansyah yang didampingi Kabid P2PL Dikes Sumbawa, Agung Riyadi.

Ia mengaku telah melaporkan kasus ini ke Dinas Kesehatan Provinsi NTB sekaligus untuk meminta bantuan vaksin. Karena ketersedian vaksin di Sumbawa sangat terbatas. Terlebih lagi adanya pasien tambahan asal Kecamatan Moyo Hulu yang terkena rabies di wilayah Dompu.

“Sekarang vaksin kita tidak banyak, kita sudah minta sebanyak 20 ke provinsi untuk berjaga-jaga. 20 itu untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya 5 kasus. Tidak bisa banyak-banyak, karena provinsi sedang konsentrasinya di dompu, tapi kita jaga-jaga,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi munculnya kasus serupa, pihaknya menghimbau agar warga dapat waspada atau menjaga jarak dengan hewan penular rabies (HPR). Seperti anjing, kucing, kalelawar dan kera.

Sementara jika memang sudah digigit oleh HPR, yang dapat dilakukan yakni mencuci bekas luka menggunakan air mengalir minimal 10 menit tanpa digosok. Kemudian segera menuju pelayanan kesehatan.

“Karena yang Rabies kemungkinan meninggalnya tinggi jika tidak ditangani segera. Makanya kita berpacu dengan waktu,” demikian Surya Darmansyah.(By)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.