Wow.. Mahasiswa UNU NTB Bisa Bayar Uang Kuliah dengan Sampah

KabarNTB, Mataram – Kebijakan yang diterapkan Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) NTB dalam hal pembayaran uang kuliah mahasiswa patut ditiru kampus lain.

Betapa tidak universitas ini memperbolehkan para mahasiswanya untuk membayar uang kuliah dengan sampah. Bank Sampah UNU NTB dengan jargon “Membayar Kuliah Dengan Sampah” merupakan terobosan pertama yang dilakukan institusi perguruan tinggi di NTB.  

Rektor UNU NTB, Baiq Muliana mengungkapkan, kebijakan bisa membayar biaya kuliah dengan sampah tersebut, bertujuan untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa dan civitas akademika dalam menjaga lingkungan dengan pengurangan dan pengelolaan sampah sehingga sampah memiliki manfaat dan bernilai ekonomis.

“Penerapan kebijakan ini telah diawali dengan pembentukan Bank Sampah UNU NTB oleh Fakultas Teknik bersama Program Studi (Pordi) Ekonomi Islam dan Jurusan Sistem Informasi UNU NTB,” kata Muliana. 

Rektor UNU NTB, Baiq Muliana (foto:istimewa)

Ia mengakui langkah awal ini memang masih jauh dari kata sempurna. Akan tetapi setahap demi setahap akan terus diperbaiki dan dimantapkan sehingga dapat mencapai target yang diharapkan.

Sebagai tindak lanjut dari kebijakan kampus tersebut, kata dia, maka pada momentum kegiatan Masa Orientasi Mahasiswa Baru pekan lalu, telah dilakukan Grand Launching Bank Sampah UNU NTB didepan 150 mahasiswa baru dan segenap civitas akademika di lembaga pendidikan tinggi tersebut.

Rektor menjelaskan bahwa Bank Sampah UNU NTB didirikan, karena pihaknya ingin ikut mensukseskan Visi-Misi Pemprov NTB dibawah kepemimpinan Gubernur H Zulkieflimansyah dan Wakil Gubernur NTB Hj Sitti Rohmi Djalilah, dalam mewujudkan Program NTB Zero Waste 2023.

“Saya dijapri sama Ibu Wagub, mengapresiasi Bank Sampah. UNU keren kata beliau,” terang Baiq Muliana.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UNU NTB Gendewa Tunas Rancak mengatakan bahwa  keberadaan Bank Sampah di kampusnya diharapkan dapat membantu meringankan beban mahasiswa dalam pembiayaan akademik seperti SPP, KKN, Skripsi, dan pembiayaan akademik lainnya.

Mahasiswa juga dapat menabung ke Bank Sampah sehingga akan menghasilkan saldo yang sudah ditentukan untuk meringankan pembiayaan kuliah, terangnya. 

“Kami sudah memiliki tahapan untuk mengembangan bank sampah ini, dengan 3 prodi. Ketua program studi Ekonomi Islam Abdul Muttalib untuk pengkajian nilai ekonomisnya dan pengembangan aplikasi dosen Sistem Informasi, Addin Gama Bertaqwa,” jelasnya.

Sistem administrasi dan keuangan Bank Sampah UNU dilakukan secara Online dengan memakai sistem online yang telah dikembangan oleh tim, melalui “https://banksampah.id” dan aplikasi mobile “mySmash”.

mySmash merupakan aplikasi mobile yang memberikan informasi mengenai lokasi Bank Sampah yang ada serta pencatatan transaksi sampah yang disetorkan pada Bank Sampah. 

“Nasabah Bank Sampah UNU NTB dapat mengetahui saldo sampah yang ditabungnya, yang telah dikonversikan kedalam nilau uang,” terang pria yang biasa disapa Dewa.

Aplikasi pencatatan Bank Sampah secara online diharapkan dapat memudahkan nasabah dan pengelola sehingga proses transaksi menjadi mudah dan transparan. Jenis sampah yang disetor pada tabungan juga memiliki jenis dan kriteria sampah.

Sehingga mahasiswa dan civitas akademika didorong untuk dapat memilah dan memilih jenis sampah organik dan non organik. Nasabah Bank Sampah terdiri seluruh civitas akademika UNU NTB antara lain dosen, mahasiswa, dan seluruh tenaga kependidikan.

Rencana jangka panjang pendirian Bank Sampah UNU NTB dapat menjangkau sasaran yang lebih luas seperti lingkungan sekitar kampus, pondok pesantren, atau sekolah – sekolah yang ingin dikelola sampahnya menjadi lebih bermanfaat. 

Pola edukasi Bank Sampah yang telah diimplementasikan di lingkungan kampus diharapkan dapat menjadi sebuah value dan kebiasaan untuk mengurangi volume sampah di lingkungan terdekat.

Dalam pengembangan, jurusan Teknik Lingkungan UNU NTB berencana memiliki ruang untuk Laboraturium lingkungan untuk sampah, sehingga ide ini  merupakan kebutuhan prodi Teknik lingkungan untuk memiliki balai konservasi dan lab sampah. Ini dua hal yang tidak bias terpisah sebagai kebutuhan pengembangan ilmu pengetahuan juga.

Salah seorang Mahasiswa jurusan Teknik Lingkungan Mahendra Sastradinata mengakui, ide itu cukup bagus. Disamping dapat menjaga lingkungan dengan mengurangi sampah terutama plastik di Kota Mataram juga menjadi solusi untuk pembiayaan kuliah.

“Cara ini cukup efektif untuk mengubah cara berpikir kita tentang membuang sampah pada tempatnya, tentunya mahasiswa harus menjadi generasi pembawa perubahan di masyarakat” jelas Mahasiswa Semester 5 yang juga Tim Pengelola Bank Sampah UNU NTB ini.(VR)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.