Perahu Terbalik Dihempas Gelombang, Dua Nelayan Berhasil Diselamatkan

KabarNTB, Lombok Utara – Dua orang nelayan yang mengalami kecelakaan ketika sedang melaut, Suhaebi (29) dan Muhammad Mujasi (28) warga desa Sorong Jukung kecamatan Pemenang Lombok Utara, berhasil ditemukan dalam keadaan selamat di perairan utara pulau Lombok oleh tim SAR Gabungan yang terdiri dari tim rescue pos siaga SAR Bangsal, BPBD KLU, Polsek Gangga dan nelayan setempat.

Korban ditemukan sekitar pukul 10.49 wita, Kamis pagi 19 Oktober 2017dalam keadaan terombang-ambing di tengah laut dan berpegangan di perahunya yang hampir tenggelam sebagai alat apung, karena ondisi gelombang saat itu cukup besar.

Proses evakuasi dua nelayan yang mengalami kecelakaan oleh Tim SAR

“Korban kemudian dievakuasi menggunakan Rigit Inflatable Boat (RIB) pos siaga SAR Bangsal dan dibawa menuju Desa Krakas Kecamatan Gangga Lombok Utara,” ujar Humas Kantor SAR Mataram, Lanang Wiswandana.

Kedua korban langsung diserahkan ke pihak keluarga yang sebelumnya telah menunggu di pinggir pantai desa Krakas.

Sebelumnya, kantor SAR Mataram menerima informasi kecelakaan pelayaran tersebut dari BPBD Kabupaten Lombok Utara pada pukul 08.00 wita, bahwa ada sebuah perahu nelayan yang ditumpangi dua orang terbalik di sekitar perairan Sorong Jukung Lombok Utara.

Menindak lanjuti laporan tersebut, kantor SAR Mataram menerjunkan tim rescue pos siaga SAR Bangsal untuk melakukan pencarian terhadap korban dengan menggunakan RIB.

Saat proses pencarian, korban sempat beberapa kali berkomunikasi via telepon dengan tim rescue menginformasikan keberadaannya. Setelah melakukan pencarian sekitar 2,5 jam, kedua korban berhasil ditemukan. Jarak penemuan korban dari lokasi kejadian ke arah utara pulau Lombok sekitar 9,5 mil laut atau setara dengan 17,7 km.

Koordinator pos siaga SAR Bangsal, Lalu Muhammad Hilmi mengatakan, perahu yang digunakan korban terhantam gelombang pada kamis dini hari sekitar pukul 01.30 wita.

Perahu yang berisi hasil tangkapan ikan mulai tenggelam karena beban muatan dan air yg masuk akibat gelombang yang cukup besar.

“Untungnya alat komunikasi (HP) korban tetap bisa dipakai. Jadi korban menghubungi pihak keluarganya pada saat itu juga untuk meminta bantuan kepada pihak terkait,” jelas Muhammad Hilmi.(By)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.