Taufik Rahsen : Barapan Kebo’ Semestinya Dijadikan Festival Tersendiri

Kabar NTB, Sumbawa – Budayawan nasional,  Taufik Rahzen menyarankan kepada pemerintah baik pemprov NTB, maupun pemda agar kegiatan ‘barapan kebo’ (karapan kerbau) yang dilaksanakan khususnya di Kabupaten Sumbawa, dijadikan event terpisah dengan festival lainnya.

Saat menghadiri barapan kebo yang menjadi agenda event dari Sail Indonesia Moyo Tambora 2018 pada Sabtu, 15 september 2018 lalu di arena Sumer Payung Desa Karang Dima Labuan Badas, budayawan kelahiran Sumbawa itu mengusulkan agar barapan kebo dilaksnakan dalam bentuk festival tersendiri.

Menurutnya, barapan kebo merupakan salah satu bentuk pertunjukkan budaya yang unik, eksotik, dan partisipasi masyarakatnya begitu tinggi, karena dapat melibatkan banyak orang baik itu penonton, peserta maupun pemilik kerbau itu sendiri. Kemudian dengan adanya pergelaran semacam ini kerbau itu akan memiliki nilai ekonomis yang tinggi apabila menang.

“Eksotiknya dalam pertunjukkan ini sebenarnya melawan dirinya sendiri, dalam artian tidak bersaing dengan orang lain atau dipasangkan dalam berkompetisi untuk menuju Saka’.  Selain itu mereka juga membutuhkan keseimbangan, ketepatan, dan kecepatan untuk meraih suatu tujuan, nah hal itulah yang disenangi oleh wisatawan manca negara dan orang asia itu sendiri,” telas TR, sapaan Taufik Rahsen.

Kerbau, kata dia, dapat menjadi hewan utama bagi orang Asia. Tidak hanya simbol dan binatang fungsional tapi juga teman permainan seperti halnya masyarakat Sumbawa yang memiliki permainan barapan kebo. Karenanya  perlu ada festival khusus tentang kerbau sebab kerbau ini hanya ada di Asia dan tidak ada di Eropa.

“Kegiatan semacam ini juga mampu mengikat semua kelompok dan sangat disukai oleh orang-orang barat. Jika pergelarannya dikembangkan dengan hal yang baru dimana pelaksanaanya tidak lagi secara individu tetapi secara berkelompok, tentu kedepan bisa menjadi daya tarik pariwisata sekaligus permainan budaya dari masyarakat,” terangnya.

Ia berharap kepada Pemda Sumbawa agar mengupayakan arena khusus untuk barapan kebo dengan mengacu pada kekuatan kerbau yakni jarak tempuh kerbau tersebut, keamaan peserta maupun penonton dan kemudahan akses menuju arena.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.