Dua Pasien Positif Corona di Kota Mataram Masuk Cluster Goa dan Bogor

KabaNTB, Mataram – Dua orang pasien positif corona yang saat ini dirawat di RSUD Provinsi NTB merupakan warga Kota Mataram yang masuk dalam cluster Goa (sulawesi Selatan) dan cluster Bogor (Jawa Barat). Kedua pasien positif corona yang merupakan pasien 03 dan 04 di NTB itu sebelumnya memiliki riwayat perjalan dari dua wilayah dimaksud.

Walikota Mataram, H Ahyar Abduh, dalam konfrensi pers di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, di area Pendopo Walikota Mataram, Rabu 1 April 2020, menjelaskan, penderita pertama (dari Kota Mataram) berinisial LJ (44 tahun) laki-laki warga Kelurahan Rembiga, masuk dalam cluster Goa (cluster 1). Sedangkan penderita kedua berinisial YT (46 tahun) ber-KTP Bali, tapi berdomisili di Kelurahan Kekalik Jaya Kota Mataram, masuk dalam cluster Bogor (cluster 2).

Walikota Mataram, H Ahyar Abduh (tengah) dalam konferensi pers di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram (1/4)

Walikota menyebut, orang masuk dalam kedua cluster ini cukup banyak, terutama dari cluster 2 Bogor. “Yang dipantau cukup banyak. Jumlahnya mencapai 60 orang. Saya minta terus dipantau dan diawasi intensif. Dan saya minta kepada 60 orang ini untuk melakukan isolasi mandiri di tempat masing-masing. Camat dan lurah juga sudah saya minta untuk melakukan pengawasan. Kita meminta juga kepada aparat Kepolisian, TNI dan Pol PP serta warga untuk ikut memantau disitu,”.

“Ini mohon jangan disepelekan. Saya minta untuk mengisolasi diri. kalau tidak mau mengisoslasi diri, kita yang akan isolasi dan kita sudah siapkan tempatnya,” tegas Walikota.

Selain memantau orang yang masuk dalam kedua cluster dimaksud, Gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Mataram, sambung Walikota, langsung bekerja cepat melaksanakan contact tracking terhadap orang-orang yang pernah terlibat kontak dengan kedua penderita. “Saya sudah tekankan agar terus dicari sampai ke ujungnya. Yang jelas siapapun yang sudah melakukan kontak dengan kedua penderita harus diisolasi dan masuk status ODP. Itu ada pemeriksaan. Kalau memang ada gejala-gejala, kita naikkan menjadi PDP,” imbuhnya.

Gugus tugas Kota Mataram pada Rabu pagi juga telah melakukan penyemprotan disinfektan menyeluruh di kedua wilayah tempat domisili kedua pasien positif corona.

“Selain dua orang yang berdasarkan hasil swab sudah dinyatakan positif Covid-19, kita juga masih menunggu hasil swab dari beberapa warga yang bersatus PDP (pasien dalam pengawasan), termasuk hasil resmi swab untuk dua warga yang meninggal dalam status ODP (orang dalam pengawasan),” jelas Walikota.(NK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.