Terduga Otak Pelaku Pengedar Uang Palsu di Moyo Hulu Sumbawa Ditangkap

KabarNTB, Sumbawa – Aparat dari Polsek Moyo Hulu Kabupaten Sumbawa menangkap pelaku utama pengedar uang palsu pada Jum’at 24 Juli 2020.

Pelaku berinisial IK (22 tahun) warga Dusun Marga, Desa Marga, Kecamatan Moyo Hulu. IK ditangkap sekitar pukul 18.20 wita. Sebelumnya ia sempat buron pasca penangkapan seorang rekannya beberapa hari lalu ketika hendak membayar hutang dengan uang palsu.

“Yang bersangkutan ditangkap dirumah neneknya di wilayah Desa Sebasang,,” ungkap Kapolsek Moyo Hulu melalui Kasubag Humas Polres Sumbawa Iptu Sumardi.

Terduga IK setelah berhasil ditangkap aparat Polsek Moyo Hulu

Dijelaskan, penangkapan IK berawal sekitar pukul 15.45 wita, Kanit Intelkam Polsek Moyo Hulu mendapat informasi dari warga, bahwa IK melintas di jalan lintas Desa Marga – Desa Sebasang dengan menggunakan sepeda motor.

Informasi ditindaklanjuti oleh anggota Reskrim serta anggota jaga Polsek Moyo Hulu. Sekitar pukul 15.50 wita, Kanit Reskrim dan Kanit Intelkam beserta anggota membuntuti terduga pelaku hingga pukul 17.20 wita. Namun kehilangan jejak disekitar area Simpang Sebasang.

Kemudian, pukul 17.50 wita, Kanit Intelkam kembali mendapat informasi dari warga yang menginformasikan bahwa terduga sedang berada di rumah neneknya di Desa Sebasang. Tim langsung mendatangi TKP dan melakukan penangkapan terhadap IK.

“Penangkapan terhadap terduga pelaku pengedaran uang palsu tersebut merupakan tindak lanjut atas pengembangan pengungkapan kasus peredaran uang palsu sebelumnya. Dimana sebelumnya diamankan terduga pelaku lainnya yaitu bernama HS warga Desa Leseng,” terang Sumardi.

Saat ini, terduga pelaku dan barang bukti sepeda motor yang dugunakan telah diamankan ke Polres Sumbawa untuk Penyidikan lebih lanjut.

“Hasil introgasi awal, terduga pelaku IK tidak mengakui mengusai uang palsu yang sebelumnya telah di amankan, bahkan terduga pelaku mengaku tidak mengenal HS. Perlu dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut terhadap terduga pelaku, guna mengungkap sejauh mana peredaran uang palsu di Kabupaten Sumbawa,” demikian Sumardi.(JK)

Komentar