Ketua DPRD : Banjir di Sumbawa Akibat Hutan di Daerah Hulu Gundul!

KabarNTB, Sumbawa – Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Sumbawa, dinilai akibat gundulnya hutan di daerah hulu. Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafik, mengatakan, dari hasil turun lapangan yang dilaksanakan DPRD untuk mengecek langsung kondisi hutan di wilayah Kecamatan Empang dan Tarano yang belum lama ini dilanda banjir, terlihat jelas penyebab banjir adalah hutan di wilayah hulu yang gundul.

“Kami menyempatkan diri menyusuri aliran sungai dan melakukan croscek beberapa lokasi infrastruktur yang menjadi penyebab banjir. Kami melihat langsung kondisi hutan yang sangat gundul, disamping juga telah terjadi pendangkalan baik itu diwilayah aliran sungai maupun aliran saluran irigasi yang menjadi penyebab meluapnya air sehingga banjir melanda pemukiman warga,” urainya, kepada wartawan Selasa 23 Februari 2021.

Kondisi hutan di wilayah kecamatan Empang – Tarano Kabupaten Sumbawa

Kondisi hutan di wilayah tersebut, kata politisi PDIP itu sangat miris dan perlu mendapat perhatian bersama. Kerusakan yang terjadi menyebabkan daerah resapan air semakin kurang dan air dari wilayah pegunungan melimpah masuk ke wilayah pemukiman dengan membawa material tanah dan sampah.

“Imbasnya, sungai dan jaringan irigasi mengalami pendangkalan dan tidak mampu menampung debit air sehingga meluap ke pemukiman warga,” imbuhnya.

DPRD Sumbawa sendiri, sambungnya, telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Plh Bupati untuk mengambil langkah cepat dalam menyikapi permasalahan banjir dan penyebabnya.

“Tentu kita duduk bersama dengan semua OPD terkait dalam merumuskan langkah-langkah penanggulangan, mengingat ketika terjadi bencana yang paling diutamakan adalah keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pemerintah kecamatan hingga desa agar lebih intens mencegah peladangan liar khususnya didalam kawasan, serta selalu melakukan pemantauan untuk mencegah aktifitas illegal loging.

“Jumlah personil yang dimiliki oleh kehutanan tidaklah banyak. Artinya peran aktif dari desa lah yang lebih ditingkatkan dalam membantu polisi kehutanan, TNI dan kepolisian dalam memerangi segala bentuk praktek yang bisa merusak hutan,” demikian Arafiq.(JK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.