Dalam 13 Hari, Polda NTB Jaring 455 Orang Preman

KabarNTB, Mataram – Polda NTB mengamankan sebanyak 455 orang pelaku premanisme dalam kurin waktu 13 hari operasi pemberantasan premanisme.

Operasi tersebut merupakan tindaklanjut intruksi Presiden RI melalui Kapolri dalam pemberantasan tindak pidana premanisme di tengah masyarakat. Polda NTB selama operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) beserta Polres jajarannya berhasil mengungkap 374 kasus.

Para preman yang berhasil dijaring Polda NTB dan Polres Jajaran dalam 13 hari operasi

“Selama 13 Hari dalam Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD), Polda NTB bersama Polres jajaran berhasil ungkap 374 kasus dan mengamankan 455 pelaku,” Ungkap Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol Artanto, di dampingi Dirreskrimum Kombes Pol Hari Brata, saat konfrensi pers di Polda NTB, Kamis 24 Juni 2021.

Adapun rincian kasus yang berhasil di ungkap Polda NTB bersama Polres jajaran dari tanggal 11 juni sampai 23 juni 2021 yakni antara lain, Dit Reskrimum Polda NTB berhasil ungkap 9 kasus dan mengamankan 31 orang sebagai pelaku premanisme di NTB, Polresta Mataram 178 kasus dengan 179 pelaku, Polres Lobar 62 kasus dengan 65 pelaku, Polres Lotara 6 kasus dengan 15 pelaku. Sedangkan Polres Loteng 26 kasus dengan 26 pelaku, Polres Lombok Timur 57 kasus dengan 75 pelaku, Polres KSB 5 kasus dengan 18 pelaku, Polres Sumbawa 5 kasus dengan 17 pelaku, Polres Dompu 3 kasus dengan 3 pelaku, Polres Bima Kota 21 kasus dengan 21 pelaku, terakhir Polres Kabupaten Bima 2 kasus dan mengamankan 5 pelaku.

“Dari hasil pengungkapan tersebut, 433 orang merupakan juru parkir liar, 5 orang pelaku pungli di lokasi yang berbeda yakni lahan pantai, pertokoan, dan angkutan umum, 10 orang calo tiket penyebrangan, dan 7 orang debt colektor,” jelas Artanto.

Artanto menegaskan, permasalahan prenanisme dan pungli tidak bisa diselesaikan oleh pihak Kepolisian saja. Namun seluruh stakeholder yang ada diharapkan proaktif dalam menanggulangi hal tersebut.

“Inikan termasuk penyakit masyarakat juga, untuk itu seluruh stakeholder yang ada seperti Dinas Sosial, Pol PP harus secara komprehensif menangani masalah ini,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda NTB Kombes Pol Hari Brata, menjelaskan, pihaknya akan terus melakukan kegiatan rutin yang ditingkatakan (KRYD) dengan melakukan pembatasan kegiatan setiap 30 hari untuk sementara waktu, baik penindakan 3C (Curat, Curas dan Curanmor) atau juga premanisme.

“Setiap akhir bulan kita akan rilis hasil kegiatan KRYD ini baik itu Premanisme termasuk kasus 3C,” ungkapnya.

Terhadap pelaku premanisme yang terjaring, pihaknya mengingatkan agar tidak melakukan perbuatan serupa lagi agar tidak berurusan lagi dengan pihak Kepolisian.(NK)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.