Diskan Segera Salurkan Bantuan Kapal 5 GT ke Nelayan di Tiga Kecamatan di KSB

KabarNTB, Sumbawa Barat – Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Sumbawa Barat mengadakan tiga unit kapal penangkap ikan yang dibiayai dengan Dana Alokasi Khusus (DAK).

Tiga unit kapal itu didesain untuk aktivitas penangkapan diperairan lepas pantai dan akan disalurkan kepada 3 kelompok nelayan. “Tiga unit kapal ini dibuat di Banyuwangi, Jawa Timur dan sudah diterima Diskan KSB dari rekanan pada, Rabu lalu,” ungkap Sekretaris Diskan KSB, Slamet Riadi, Kamis 4 November 2021.

Kapal dengan bobot 5 GT (gross tonnage) itu, memiliki panjang badan 15 meter dan lebar 2 meter. “Desainnya disesuaikan juga dengan kondisi perairan kita yang banyak berombak,” imbuh Meta, sapaan Slamet Riadi.

Kapal tangkap berbobot 5 GT yang akan disalurkan kepada kelompok nelayan di KSB

Kapal bantuan ini dilengkapi dengan mesin penggerak, alat navigasi hingga peralatan tangkap, sehingga kelompok nelayan penerima nantinya dapat langsung mengoperasikannya. Slamet menjelaskan, pihaknya juga tetap akan melakukan pembinaan dan pendampingan kepada kelompok penerima sehingga mereka bisa memaksimalkan pemanfaatan kapal bantuan tersebut. “Tidak akan kita lepas begitu saja. Kita harus pastikan nelayan kita bisa menggunakan kapal bantuan itu sebaik mungkin,” ucapnya.

Menurutnya, kapal bantuan itu sengaja di desain dengan kapasitas besar agar nelayan dapat melakukan aktivitas penangkapan ikan ke perairan yang lebih jauh. Ini sesuai dengan misi bupati KSB yang ingin agar sumber daya perikanan daerah dioptimalkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, khususnya nelayan.

“Selama ini potensi ikan pelagis kita banyak diambil nelayan dari luar. Nelayan kita tidak bisa bersaing dengan mereka karena armada tangkapnya kecil. Dengan hadirnya 3 kapal ini, nelayan kita bisa melakukan penangkapan hingga belasan mil jauhnya, tempat di mana ikan-ikan pelagis berada,” beber Meta.

Dakam rangka modernisasi alat tangkap, kedepan untuk nelayan laut kapasitas alat tangkap bantuan yang akan disalurkan melalui Diskan akan dibuat minimal 5GT. Hal ini bertujuan agar nelayan lokal bisa menggarap potensi perikanan laut lepas.

Penyaluran bantuan 3 unit kapal itu sendiri, menggunakan skema program Bariri Nelayan. Dimana penerima diwajibkan membuat rekening tabungan kelompok dan menabung sebesar 10 persen dari total nilai bantuan. Dan selanjutnya, kelompok akan terus mengisi tabungan itu hingga nilainya mencapai 150 persen dari nilai bantuan kapal. Jika sudah genap 150 persen, uangnya kemudian bisa digunakan kelompok untuk tambahan modal usaha atau kebutuhan hidup tiap anggota kelompok.

“Tiga unit kapal ini akan didistribusikan ke kelompok nelayan dari kecamatan berbeda. Yakni kelompok nelayan desa Dasan Anyar, kecamatan Jereweh, kelompok nelayan desa Pasir Putih, kecamatan Maluk dan terakhir kelompok nelayan Desa Ai Kangkung, kecamatan Sekongkang,” demikian Meta.(EZ/*)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.