Buru PMK, Petugas Keswan Sumbawa Diberi ‘Trail’

KabarNTB, Sumbawa – Wakil Bupati Sumbawa, Hj Dewi Noviany MPd memberi warning kepada petugas penerima kendaraan operasional penanganan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) untuk tidak menggunakan kendaraan roda dua itu untuk kepentingan pribadi.

Kepada wartawan yang menemuinya seusai penyerahan kendaraan operasional tersebut, Jumat (23/09), Dewi menegaskan akan ada kontrol yang ketat terkait penggunaan sepeda motor type trail adventure tersebut.

“Ini kendaraan operasional. Untuk penanganan dan vaksinisasi PMK. Bukan untuk urus ternak pribadi. Bukan untuk ke sawah. Penggunaannya harus diawasi. Dikontrol,” papar Dewi.

Ditegaskannya, pengadaan kendaraan roda dua itu menggunakan uang rakyat. Karena itu juga pemanfaatannya untuk kepentingan rakyat.

“Kalau untuk kepentingan pribadi, kita tarik. Kita kasi pada petugas lain yang sungguh sungguh bekerja dilapangan menangani PMK,” tandasnya.

Lebih lanjut Dewi Noviany menyebut, PMK telah berdampak negatif bagi Kabupaten Sumbawa sebagai gudang ternak nasional. Pengiriman ternak keluar daerah distop dari daerah ini. Alhasil penerimaan daerahpun melorot dari target Rp 1,9 miliar menjadi kurang dari Rp 500 juta.

Karenanya, Dewi berharap keberadaan kendaraan operasional itu bisa digunakan untuk menangani PMK, hingga kegiatan ekonomi peternakan di Sumbawa kembali seperti semula.

Sementara itu Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) Junaidy SPt yang mendampingi Wakil Bupati menerangkan, kendaraan roda dua tersebut menghabiskan anggaran sebesar Rp 931 juta. Anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Di Kabupaten Sumbawa, PMK telah menyebar di 16 kecamatan dengan jumlah kasus mencapai 7.959. Namun dari jumlah itu 77 persen telah sembuh. Sementara dari 306.182 populasi ternak, baru 23 persen yang sudah divaksin. (IR)

Komentar