Sidang Akbar Salosa, Saksi : Korban Ngaku Dipukul Pakai Tangan dipundak

Sumbawa Besar, KabarNTB

Guru bidang pembinaan SMKN 1 Taliwang, Muhammad Ridwan mengaku sempat bertemu dengan korban, MA. Siswa tersebut mengaku dipukul dibahu menggunakan tangan oleh guru Agama Islam, Akbar Salosa karena enggan melaksanakan shalat zhuhur berjamaah.

“MA cerita sama saya, kalau dipukul dipundak pakai tangan oleh terdakwa,” kata Ridwan didepan majelis hakim sidang kasus penganiayaan yang menyeret Akbar Salosa, guru honorer di sekolah tersebut.

“Saya juga tanya, kenapa kamu dipukul ?” sambung Ridwan, dan MA saat itu menjawab, kalau dirinya tidak berbuat kesalahan.

Menjawab pertanyaan mejelis hakim soal kewajiban shalat zhuhur berjamaah disekolah tersebut, Ridwan mengatakan hal itu telah menjadi peraturan sekolah. “Siswa laki laki diwajibkan shalat berjamaah. Ini peraturan sekolah,” tandasnya.

Ridwan mengaku tak menyangka kasus itu berbuntut panjang. Diawali pada pukul 14.00 wita pada hari kejadian tanggal 26 Oktober 2022, ayahanda MA datang ke sekolah memprotes pemukulan tersebut. Dilanjutkan pada keesokan hari ibu dari MA juga datang. “Kepada orang tua siswa bersangkutan, pihak sekolah minta maaf, tapi maaf kami tidak diterima,” sebutnya.

Sidang yang berlangsung pada Rabu (11/10) itu diagendakan dengan pemeriksaan saksi meringankan (ade charge). Pihak Akbar menghadirkan 4 orang saksi, satu diantaranya saksi ahli, Dr Lahmuddin Zuhri dari FH Universitas Samawa (Unsa). (IR)

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar