Sat Pol PP Tanami Halaman Asrama Mahasiswa KSB di Mataram dengan Sayur

KabarNTB, Mataram – Program yang dilaksanakan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Sumbawa Barat ini patut menjadi contoh dan ditiru oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lain.

Sabtu 16 Desember 2017 lalu, puluhan personil Sat Pol PP KSB yang dipimpin Plt Kepala Dinas setempat Agus ‘King’ Hadnan, dikerahkan untuk melaksanakan karya bhakti di Asrama Mahasiswa Sumbawa Barat di Mataram.

Para personil Sat Pol PP tersebut, bersama para mahasiswa penghuni asrama, bergotong rotong membersihkan area sekitar asrama yang ditumbuhi semak belukar. Selain itu, Personil Sat Pol PP juga membawa serta berbagai jenis sayur-sayuran yang ditanam di area sekitar asrama setelah pembersihan.

Para personil Sat Pol PP menanam berbagai jenis sayuran di lingkungan Asrama Mahasiswa KSB di Mataram

“Ada 600 lebih bibit sayuran yang kami tanam. Mulai dari cabe, sampai kelor. Kelor saja ada 24 batang yang kami tanam. Jadi dalam beberapa buln kedepan semua penghuni asrama tidak perlu lagi membeli sayur, asal tanaman yang ada dirawat,” ungkap Plt.Kepala Dinas Sat Pol PP KSB, Agus ‘King’ Hadnan, kepada KabarNTB, jum’at 22 Desember 2017.

Kegiatan karya bhakti itu dilaksanakan dalam rangka peringatan HUT NTB ke-59. Selain bergotong royong, para personil Sat Pol PP juga menggelar silaturahmi dengan pembina, pengurus dan mahasiswa penghuni asrama.

Dari pertemuan silaturahmi itu, kata Agus King, terungkap sejumlah persoalan yang menjadi kendala dalam pengelolaan asrama. Selain kondisi asrama yang tidak terawat, ada juga persoalan menyangkut mahasiswa penghuni asrama.

“Ini tantangan untuk kita semua bagaimana agar asrama yang megah dan luas itu.bisa dikelola secara baik dan professional. Yang terpenting harus ada semangat kebersamaan yang kuat dari pembina, pengurus dan penghuni asrama,” katanya.

Agus King mengingatkan, sejak dibangun pada 2012, bupati KH Zulkifli Muhadli (Kyai Zul) yang memerintah saat itu, meniatkan bahwa asrama megah itu harus bernuansa pondok pensantren. Bukan sekedar tempat menginap, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial kemahasiswaan dan pusat pengembangan kapasitas mahasiswa Sumbawa Barat.

Menurutnya, asrama itu juga tidak hanya dihajatkan untuk mahasiswa, tetapi juga untuk orang tua, bahkan pejabat KSB yang bertugas ke Mataram. Karena itu ada empat unit kamar khusus dan aula pertemuan di Asrama dimaksud. Namun hingga sekarang tidak bisa dikelola karena tidak ada fasilitas penunjang.

“Saya mengusulkan kepada Pembina dan Pengurus Asrama untuk melaksanakan ralat koordinasi dengan Pemerintah daerah dengan melibatkan seluruh SKPD dan seluruh orang tua penghuni agar kedepan keberadaan asrama itu bisa mendatangkan kebanggaan untuk daerah,” demikian Agus King.(EZ)

Posted by: On: Reply

Subscribe

Langganan Berita Kami Disini. Silahkan Masukkan Alamat E-mail Anda.